BPBD Subang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

  • 06 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Subang telah memetakan wilayah rawan kekeringan. Pemetaan juga mencakup daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahan.

“Kami sudah memetakan titik-titik rawan berdasarkan data BMKG, dan laporan di lapangan,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda kepada RRI di Subang, Kamis 6 Agustus 2026.

Wilayah utara dan pegunungan, menjadi perhatian utama BPBD. Kecamatan seperti Blanakan, Compreng, Sagalaherang, dan Jalancagak masuk kategori rawan karena sumber air mulai berkurang.

“Daerah pesisir dan pegunungan paling terdampak. Debit sumur dan embung di sana sudah mulai menurun,” terangnya.

Selain kekeringan, BPBD juga mewaspadai potensi karhutla di lahan kosong, dan area pertanian. Angin kencang dan material kering dinilai dapat memicu kebakaran, jika tidak diwaspadai.

“Kami imbau warga tidak membakar sampah, atau membuka lahan dengan cara dibakar. Itu sangat berbahaya,” tegas Enda.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD berkoordinasi dengan PDAM, PMI, dan relawan, untuk penyaluran air bersih. Posko siaga juga didirikan di kecamatan rawan, agar bantuan cepat disalurkan.

“Jika terjadi krisis air, kami siap distribusikan air bersih. Tagana dan Damkar juga kami siagakan 24 jam,” jelasnya.

BPBD mengajak masyarakat ikut menghemat penggunaan air, dan menjaga lingkungan. Kesiapsiagaan bersama diharapkan, dapat meminimalkan dampak kemarau panjang tahun ini.

“Mari kita hemat air dan jaga alam. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, harus gotong royong,” pungkas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....