Antisipasi Karhutla BPBD Subang Bersama Tagana dan Damkar

  • 06 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Subang bersama Tagana dan Damkar, mulai menggelar patroli. Patroli difokuskan di sejumlah kecamatan, yang rawan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

“Mengantisipasi kemarau panjang tahun 2026, kami tingkatkan patroli di titik-titik rawan karhutla dan kekeringan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda kepada RRI di Subang, Kamis 6 Agustus 2026.

Kecamatan yang menjadi prioritas di antaranya Sagalaherang, Jalancagak, Ciater, dan Subang Kota. Wilayah tersebut memiliki banyak lahan kering, semak belukar, dan sumber air yang mulai menyusut.

“Kami memetakan daerah rawan berdasarkan data curah hujan, dan histori kebakaran tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain patroli, tim gabungan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan petani. Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan, dan segera melapor jika melihat titik api.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Silih jaga lingkungan, agar api kecil tidak menjadi bencana besar,” tegas Enda.

BPBD juga menyiapkan armada tangki air, dan peralatan pemadaman di posko kecamatan. Koordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan terus diperkuat, untuk mempercepat respons.

“Kami siagakan personel 24 jam. Jika ada laporan, tim harus bergerak cepat ke lokasi,” tuturnya.

Pemerintah daerah berharap, langkah preventif ini mampu menekan potensi karhutla, dan dampak kekeringan. Masyarakat diminta menghemat air, dan menjaga kelestarian lingkungan selama musim kemarau.

“Mari bersama-sama kita hadapi kemarau dengan kesiapsiagaan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tandas Enda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....