Ahli Waris Segel SDN 026 Bojongloa, Siswa Terpaksa Belajar Jarak Jauh
- 06 Agt 2026 12:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Aktivitas belajar mengajar di SDN 026 Bojongloa, Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, terganggu setelah pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan menyegel dan menggembok gerbang sekolah, Kamis 6 Agustus 2026 pagi. Akibat kejadian tersebut, para siswa yang telah datang ke sekolah tidak dapat memasuki area sekolah dan proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Penyegelan dilakukan oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekolah seluas sekitar 1.500 meter persegi. Sempat terjadi adu argumen antara sejumlah guru dengan pihak ahli waris saat proses penggembokan berlangsung. Setelah dilakukan komunikasi, gembok gerbang akhirnya dibuka sehingga guru dan pihak sekolah dapat masuk ke lingkungan sekolah.
Meski demikian, siswa tidak diperkenankan mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka. Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama pihak sekolah memutuskan mengalihkan pembelajaran ke sistem PJJ demi menjaga keamanan dan menghindari potensi kericuhan.
Di lokasi terlihat kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung berjaga di area sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan penyegelan kembali.
Pada sejumlah bangunan sekolah juga terpasang spanduk dan stiker yang berisi klaim bahwa lahan tersebut merupakan milik ahli waris. Kondisi sekolah tampak sepi karena seluruh siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari laporan guru dan penjaga sekolah saat sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
"Saya dapat informasi dari guru kemudian penjaga sekolah yang menelepon saya bahwa sekolah ini digembok katanya oleh ahli waris," ujar Agus, Kamis 6 Agustus 2026.
Setelah menerima laporan, Agus langsung berkoordinasi dengan Koordinator Pengawas (Korwas) dan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menentukan langkah yang harus diambil.
"Saya laporan, Pak Korwas yang menelepon ke Dinas Pendidikan, sehingga anak-anak diinformasikan untuk melaksanakan PJJ," katanya.
Menurut Agus, saat penyegelan terjadi, sebagian siswa sudah berada di lingkungan sekolah bahkan ada yang telah masuk ke ruang kelas. Namun mereka tidak dapat melanjutkan kegiatan belajar karena akses gerbang telah dikunci.Ia menilai keputusan mengalihkan pembelajaran ke PJJ diambil demi keselamatan para siswa.
"Yang dikhawatirkan itu daerah sini ramai. Saya takut terjadi chaos, kemudian takut terjadi kecelakaan untuk anak-anak. Karena itu saya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar anak-anak dipulangkan dan melaksanakan PJJ," ungkapnya.
Agus juga menyebut pihak yang mengaku sebagai ahli waris tidak pernah berkoordinasi terlebih dahulu dengan sekolah sebelum melakukan penyegelan. Ia mengungkapkan spanduk dan stiker yang mengklaim kepemilikan lahan telah dipasang sekitar satu bulan lalu.
"Mereka datang pas hari minggu, kalau tidak salah, saat memasang spanduk dan stiker. Itu hari libur, jadi saya juga sedang berada di rumah," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....