Sekolah Rakyat Kekurangan Guru, Kemensos dan KSP Gandeng Pemda Siapkan Guru Tamu
- 05 Agt 2026 15:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendorong proses rekrutmen sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Pasalnya, ketersediaan guru dan pengasuh asrama definitif diproyeksikan baru dapat bertugas mulai awal September mendatang.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico mengungkapkan, saat ini pemerintah membutuhkan ribuan tenaga pengajar dan pendamping untuk mendukung operasional keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
"Hari ini kami sedang berproses rekrutmen guru dan tenaga pendidik. Guru yang kami butuhkan sekitar 3.300 orang, sementara tenaga pendidik seperti wali asuh dan wali asrama kurang lebih 5.000 orang, dan baru bisa masuk insyaallah pada 1 September," ujar Robben Rico. Kamis 5 Agustus 2026.
Guna mengantisipasi kekosongan tersebut selama masa transisi, Kemensos meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk meminjamkan tenaga pendidik lokal sebagai guru tamu. Berdasarkan data pemetaan, kebutuhan sementara mencakup 207 orang MPLS Guru Tamu, 2.643 orang Matrikulasi Guru Tamu, serta 4.887 orang Tendik Tamu untuk MPLS dan Matrikulasi.
Langkah percepatan rekrutmen ini juga bakal dikordinasikan secara intensif bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini mengingat adanya tantangan potensi kelangkaan tenaga pengajar seiring dengan dibukanya program rekrutmen untuk sekolah terintegrasi lainnya di berbagai daerah pada tahun depan.
Selain fokus pada pemenuhan SDM, Kemensos terus mengejar target pembangunan fisik Sekolah Rakyat secara nasional. Dari target 100 sekolah permanen pada tahun ini, sebanyak 93 sekolah telah rampung dikerjakan, sedangkan 7 lokasi sisanya masih dalam proses penyelesaian kendala teknis dan lahan, termasuk di kawasan Papua.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa percepatan pengadaan guru tetap wajib mengedepankan kualitas dan standar kompetensi pengajar yang ketat.
"Tentunya mekanismenya sesuai dengan standar, tetapi guru-guru yang direkrut juga pasti guru-guru yang terpilih, baik dari segi jarak, kemampuan, maupun latar belakang pendidikannya," kata Dudung.
Dudung juga mengapresiasi respons cepat kepala daerah serta kementerian terkait yang berkolaborasi menjaga kelancaran operasional Sekolah Rakyat. Pemerintah optimistis ekspansi pembangunan Sekolah Rakyat tahap selanjutnya pada Oktober mendatang dapat berjalan sesuai target demi memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....