Kota Bandung Paparkan Inovasi Buruan SAE lewat Forum Pangan Global di Milan

  • 05 Agt 2026 16:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat internasional. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kota Bandung menghadiri forum internasional bertajuk Exploring Capacity Building Needs to Strengthen Indonesia's Makan Bergizi Gratis Programme yang berlangsung di Milan, Italia, pada 27–30 Juli 2026 lalu.

‎Forum tersebut diikuti oleh perwakilan sejumlah kementerian dan pemerintah daerah dari Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cities Feeding the Future dan School Meals Acceleration dari School Meals Coalition bekerja sama dengan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) sebagai upaya memperkuat kapasitas sistem pangan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

‎Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan kehadiran Kota Bandung dalam forum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practices) penyelenggaraan program makanan sekolah dari berbagai negara, sekaligus memperkenalkan inovasi daerah melalui program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis).

‎"Keikutsertaan ini bukan sekadar menghadiri forum global, melainkan langkah nyata untuk menyelaraskan kesiapan lokal Kota Bandung dengan standar internasional, khususnya dalam aspek keamanan pangan (food safety), pengawasan mutu, manajemen rantai pasok, dan kapasitas sumber daya manusia pengelola dapur," ujar Gin Gin, Rabu 5 Agustus 2026.

‎Dalam kesempatan itu, delegasi Kota Bandung juga mempresentasikan Project Proposal School Meal Kota Bandung, sebuah proposal inovatif yang mengintegrasikan hasil pertanian perkotaan (urban farming) ke dalam sistem penyediaan pangan bagi peserta didik.

‎Melalui konsep tersebut, hasil panen dari kelompok tani lokal dan jaringan Buruan SAE diharapkan dapat langsung memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung. Skema ini dinilai mampu memperpendek rantai distribusi pangan sekaligus meningkatkan efisiensi penyediaan bahan pangan segar dan berkualitas.

‎Menurut Gin Gin, integrasi produksi pangan lokal dengan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjamin kualitas gizi bagi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Selain menciptakan kepastian pasar bagi petani perkotaan, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal.

‎Ia menambahkan, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti forum di Milan akan menjadi bekal penting bagi Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat implementasi regulasi nasional terkait Program Makan Bergizi Gratis.

‎Selain itu, hasil forum internasional tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di bidang riset, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam mewujudkan sistem ketahanan pangan perkotaan yang lebih tangguh.

‎"Pemerintah diharapkan semakin berpihak dan mampu memaksimalkan potensi daerah yang selama ini memiliki daya dorong besar dalam memperkuat kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan hasil produksi petani maupun koperasi masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....