Koperasi Solusi Kita Bersama: Era Baru Ekonomi Digital

  • 04 Agt 2026 08:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Koperasi Konsumen Solusi Kita Bersama resmi menggelar Opening Ceremony di Luxton Hotel, Bandung, sebagai langkah memperkuat peran koperasi modern berbasis digital dalam meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus menjadi alternatif solusi bagi masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol).

‎Manajer Operasional Koperasi Konsumen Solusi Kita Bersama, Arif Baharudin, mengatakan pendirian koperasi berawal dari keprihatinan para pendiri terhadap kondisi keuangan para karyawan. Meski telah bekerja selama bertahun-tahun, banyak di antara mereka belum memiliki tabungan, bahkan terjerat pinjaman online.

‎"Makanya kami buat koperasi ini supaya karyawan kami sejahtera. Namun seiring berjalannya waktu, kami berpikir bahwa ruang lingkup koperasi ini harus diperluas agar membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Arif, Selasa 4 Agustus 2026.

‎Menurut Arif, peresmian koperasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi tonggak pengembangan ekonomi gotong royong yang dikelola secara transparan, profesional, dan berbasis teknologi digital.

‎Untuk mendukung layanan tersebut, koperasi menghadirkan aplikasi KLEA yang memungkinkan anggota melakukan berbagai transaksi keuangan, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembayaran melalui QRIS, pembelian pulsa dan token listrik, hingga layanan tabungan, investasi, serta pinjaman.

‎Selain itu, aplikasi KLEA juga memberikan akses kepada anggota untuk memantau kondisi keuangan koperasi secara transparan, termasuk arus kas, tabungan, dan pinjaman. Dengan demikian, anggota dapat menilai kesehatan koperasi sekaligus memperkirakan besaran Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan diterima setiap tahun.

‎"Melalui aplikasi ini, seluruh anggota dapat melihat transparansi keuangan koperasi sehingga kepercayaan dan partisipasi anggota terus meningkat," katanya.

‎Dari sisi legalitas, Koperasi Konsumen Solusi Kita Bersama telah mengantongi Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0017248.AH.01.29 Tahun 2025 serta Nomor Induk Berusaha (NIB). Seluruh jajaran pengurus dan dewan pengawas juga telah memiliki Sertifikasi Kompetensi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Profesi Perkoperasian Indonesia (LDP PPI).

‎Hingga saat ini, koperasi tersebut memiliki 86 anggota aktif dengan total aset mencapai sekitar Rp2,968 miliar.

‎Arif berharap kehadiran koperasi berbasis digital ini dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

‎" Perpaduan teknologi dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama melalui tata kelola koperasi yang baik atau Good Cooperative Governance," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....