KKNT IPB University Edukasi Masyarakat Pangalengan untuk Cegah Stunting

  • 03 Agt 2026 22:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University bersama Program BIMA Pengembangan Ekonomi Sirkular, melaksanakan edukasi pencegahan stunting terhadap masyarakat Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan dalam konsep Sosialiasasi Pemberdayaan Masyarakat.

KKNT tersebut dilaksanakan Sabtu 25 Juli 2026, merupakan Program yang menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Patengan SMILE yang mengintegrasikan upaya penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, dan pengelolaan lingkungan.

Perwakilan Kecamatan Pangalengan, Rudiana, S.E., menyampaikan bahwa prevalensi stunting di wilayahnya terus mengalami penurunan. Berdasarkan Sistem Informasi Data Stunting Kecamatan Pangalengan, angka stunting turun dari 20,72 persen pada Maret 2025 menjadi 14,59 persen pada Maret 2026.

"Berdasarkan Sistem Informasi Data Stunting Kecamatan Pangalengan, prevalensi stunting turun dari 20,72 persen pada Maret 2025 menjadi 14,59 persen pada Maret 2026," ujar Rudiana, dalam keterangannya, Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Rudiana, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pendidikan, pernikahan dini, sanitasi, serta ketersediaan air bersih.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan pembuatan susu kedelai, nugget tempe, serta pertolongan pertama (P3K) bagi bayi dan balita. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode krusial pencegahan stunting.

Ketua Departemen Biokimia IPB University, Prof. Dr. Mega Safithri, mengatakan materi sosialisasi dibagi dalam tiga bidang utama, yakni kesehatan, lingkungan, dan pertanian. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat desa.

"Karena itu materi yang kami sampaikan mencakup kesehatan, lingkungan, dan pertanian sehingga masyarakat memperoleh solusi yang lebih komprehensif," katanya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, IPB University berharap inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan di Desa Pulosari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....