IPB University Perkuat Petani Kopi Pangalengan melalui Program Patengan SMILE
- 03 Agt 2026 19:00 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – IPB University memperkuat pemberdayaan petani kopi di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai salah satu strategi mendukung pengurangan kemiskinan dalam program Patengan SMILE.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University bersama Program BIMA Pengembangan Ekonomi Sirkular pada 25 Juli 2026.

Selain memberikan pelatihan, tim juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung usaha kopi kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) AIRA, antara lain grinder, roaster kopi, moisture meter, sealer kemasan, timbangan, hingga Automatic Weather Station (AWS). Peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing kopi lokal Pangalengan.
Ketua Departemen Biokimia IPB University, Prof. Dr. Mega Safithri, menjelaskan bahwa kegiatan pemberdayaan disusun secara lintas disiplin dengan mencakup sektor pertanian, kesehatan, dan lingkungan. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas dibanding sekadar penerapan teknologi.
"Materi sosialisasi kami bagi ke dalam tiga bidang, yaitu kesehatan, lingkungan, dan pertanian. Kolaborasi lintas keilmuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat bersama KSM AIRA," ujarnya, dalam keterangannya, Senin 3 Agustus 2026.
Pada sesi siang, peserta mengikuti pelatihan pemberdayaan kelompok ketahanan pertanian kopi yang membahas peningkatan kualitas hasil panen dan pengolahan pascapanen. Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk kopi sekaligus memperkuat pendapatan petani.
Ketua KSM AIRA Hery Supriyatna mengatakan kerja sama dengan IPB University telah membuka peluang pengembangan usaha kopi berbasis masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal.
"Kerja sama ini bukan hanya mendukung pengembangan kopi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," katanya.
Program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari Program BIMA Pengembangan Ekonomi Sirkular yang dijalankan Dr. Dimas Andrianto bersama KSM AIRA. Selain kopi, program juga mengembangkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan produksi briket sebagai bagian dari ekonomi sirkular di Desa Pulosari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....