Bandung Family Connect Dorong Orang Tua Perkuat Peran Keluarga

  • 03 Agt 2026 18:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Bandung Family Connect 2026 mengajak para orang tua memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter, unggul, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. ‎Ajakan tersebut disampaikan dalam pembukaan Bandung Family Connect 2026 yang menekankan pentingnya membangun budaya pengasuhan yang terarah.

Pengasuhan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter anak sejak dini. ‎Direktur Talenta Juara, M. Tri Harmoko, mengatakan Bandung Family Connect bukan sekadar forum berbagi pengetahuan mengenai pola asuh, melainkan sebuah gerakan untuk memperkuat peran keluarga sebagai unit peradaban paling mendasar.

‎"Kami berharap Bandung Family Connect menjadi gerakan bersama untuk membangun keluarga yang mampu menyiapkan anak menghadapi tantangan masa depan," ujar Tri Harmoko, Senin 3 Agustus 2026.

‎Menurutnya, praktik pengasuhan di Indonesia telah berkembang cukup pesat. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana keluarga mampu mempersiapkan anak agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman (future readiness), sehingga mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter.

‎Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami kembali tujuan utama membangun keluarga. Pendidikan dinilai tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari rumah melalui pola asuh yang konsisten serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

‎Materi yang disampaikan mencakup berbagai tahapan perkembangan anak, mulai dari membangun fondasi keluarga, mengenali potensi anak, hingga mempersiapkan mereka menjadi talenta global yang tetap memiliki karakter kuat.

‎Bandung Family Connect 2026 juga menghadirkan praktisi pendidikan Ismir Kamili dan Yuria Cleopatra. Keduanya berbagi pengalaman mendidik lima anak yang telah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), New York University (NYU), Carnegie Mellon University Qatar, dan National University of Singapore (NUS).


‎Melalui pengalaman tersebut, mereka menekankan pentingnya orang tua mengenali potensi setiap anak sejak dini agar proses pendidikan dapat diarahkan sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

‎Selain itu, Dede Hilman dan Novi Ariyani membawakan materi bertema Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, Membangun Keluarga Pembelajar. Sesi ini membahas bagaimana keluarga dapat menjadi lingkungan belajar pertama, baik bagi anak maupun orang tua.

‎Peserta juga memperoleh pemaparan mengenai pathway atau peta jalan dalam membangun keluarga, mulai dari menemukan tujuan (purpose), mengenali potensi anak, hingga menyusun langkah nyata untuk mempersiapkan generasi masa depan. Materi tersebut disampaikan oleh CEO CNA Investment Syauqi Robbani bersama akademisi Yorga Permana, Ph.D.

‎Pada sesi penutup, para pembicara mengingatkan pentingnya tanggung jawab orang tua sebagaimana pesan Al-Qur'an agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Karena itu, keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi yang saleh, memiliki kemampuan akademik yang baik, jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

‎Melalui penyelenggaraan Bandung Family Connect 2026, panitia menargetkan lahirnya generasi Muslim yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....