Pelayanan Lebih Optimal, APKASI Usulkan Revisi UU Pemda

  • 02 Agt 2026 00:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menegaskan komitmennya untuk memperkokoh solidaritas antar-pemerintah daerah. Itu sekaligus mendesak evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah (otda) di Indonesia.

Ketua Umum APKASI Bursah Zanubi mengatakan, dalam pelaksanaan Otonomi Daerah dulu itu masih ada kelemahan. Jadi begitu dikasih wewenang luas, muncullah raja-raja kecil. Tapi seharusnya itu dikoreksi, tidak boleh dicabut wewenangannya.

"Karena prinsip otda itu men-deliver kewenangan ke daerah walau tidak 100 persen. Tapi mendekati lah. Termasuk mengurus kepegawaian, perizinan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Itu inti pertemuan ini," ungkap Bursah, Jumat 31 Juli 2026.

Ketua Harian APKASI yang juga Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai, setelah berjalan lebih dari satu dekade, pelaksanaan otonomi daerah saat ini memerlukan penyempurnaan. Itu agar prinsip desentralisasi dapat kembali hidup secara efektif, setara dengan semangat yang pernah terbangun pada era Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang dikenal memberikan ruang keleluasaan lebih luas bagi daerah.

Pria yang akrab disapa KDS itu menegaskan fokus utama APKASI saat ini adalah memperkuat fungsi advokasi serta perlindungan kepentingan seluruh daerah anggota. Itu sekaligus menerjemahkan cita-cita pembangunan berkelanjutan yang berakar dari aspirasi masyarakat di daerah.

"Hasil pertemuan ini akan disampaikan ke stakeholder nasional termasuk ke DPR dan Mendagri. Itu untuk dibahas dalam revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Nomor 23 Tahun 2014 agar kepentingan masyarakat di daerah dapat terakomodir," ungkap KDS.

Menutup rangkaian agenda, Sekretaris Jenderal Apkasi Joune Ganda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Bandung KDS. Ia selaku tuan rumah yang telah menyambut dengan sangat baik dan memfasilitasi seluruh kegiatan APKASI.

Selain membahas isu strategis nasional, rombongan pengurus APKASI juga berkesempatan meninjau kekayaan kearifan lokal serta potensi ekonomi unggulan yang dimiliki Kabupaten Bandung. Diantaranya industri kopi Kabupaten Bandung yang telah mendunia dan stand para lelaku sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus tumbuh pesat menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....