Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Subang, Warga Minta Pemerintah Menyuplai

  • 31 Jul 2026 13:51 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Kabupaten Subang mengalami krisis air bersih akibat dampak kemarau panjang yang sedang berlangsung.
  • Sejumlah wilayah termasuk Kelurahan Cigadung menghadapi kondisi sumur yang mengering, mengganggu kebutuhan air sehari-hari warga.
  • Agus Taufik, Ketua RT 51 Blok Mekar Wangi RW 14, menyatakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat karena berkurangnya pasokan air bersih.

RRI.CO.ID, Subang – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Subang. Sejumlah wilayah kini mengalami krisis air bersih, yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

“Dampak kemarau ini sudah terasa. Air sumur mulai kering, dan kami kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Agus Taufik, Ketua RT 51 Blok Mekar Wangi RW 14 Kelurahan Cigadung, Jumat 31 Juli 2026.

Menurut Agus, krisis air tidak hanya terjadi di wilayah Pantura dan selatan Subang. Kini warga di pusat Kota Subang pun mulai mengalami hal serupa, akibat debit air yang menurun.

“Jangan dikira hanya wilayah Pantura dan selatan saja. Warga Subang kota pun sudah mulai mengalami krisis air bersih,” ujarnya.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan untuk membantu. Penyaluran air bersih dinilai sangat dibutuhkan, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami meminta pemerintah segera menyuplai air bersih ke wilayah yang terdampak. Jika ada bantuan air bersih, tentunya warga sangat terbantu,” tutur dia.

Menanggapi hal ini, pemerintah daerah diharapkan berkoordinasi dengan BPBD dan PDAM, untuk mempercepat distribusi. Langkah cepat diperlukan, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan lebih lanjut di tengah cuaca ekstrem.

“Kami berharap, ada perhatian serius dari pemerintah. Semoga segera ada droping air bersih, agar warga tidak semakin kesulitan,” pungkas Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....