Pemkot Bandung Matangkan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein

  • 30 Jul 2026 16:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Selain memastikan kesiapan infrastruktur, Pemkot juga menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi agar manfaat pembukaan kembali bandara dapat dirasakan secara luas.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pembukaan kembali Bandara Husein merupakan hasil kerja sama yang panjang antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat. Menurutnya, upaya mengaktifkan kembali bandara telah dilakukan sejak awal dirinya menjabat sebagai Wali Kota Bandung melalui berbagai komunikasi dan koordinasi lintas pemerintahan.

‎"Saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman yang baik. Sejak awal kami bersama-sama memperjuangkan agar Bandara Husein bisa kembali beroperasi. Kami berbagi tugas dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Saya menjaga agar gagasan ini terus hidup, sedangkan beliau melakukan komunikasi di tingkat pemerintah pusat," ujar Farhan, Kamis 30 Juli 2026.

‎Farhan menjelaskan, perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah terbitnya Instruksi Presiden pada 26 Mei 2026 yang menjadi landasan percepatan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.

‎Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pembukaan kembali bandara tidak hanya ditentukan oleh maskapai yang beroperasi, tetapi juga oleh kesiapan Kota Bandung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.

‎"Jangan sampai penumpang yang datang atau akan berangkat merasa Bandung belum siap. Jangan sampai akses jalannya rusak, parkir tidak tertata, atau layanan transportasi belum memadai. Kesan pertama itu sangat penting," katanya.


‎Untuk mendukung hal tersebut, Farhan mengaku terus menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung agar mempercepat penyelesaian perbaikan sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Bandara Husein sehingga siap digunakan saat operasional penerbangan kembali dimulai.

‎Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Bandung juga tengah menyusun berbagai program promosi untuk meningkatkan daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata sekaligus tujuan investasi.

‎Menurut Farhan, harga tiket pesawat yang masih relatif tinggi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah harus mampu menghadirkan nilai tambah agar wisatawan memiliki alasan kuat untuk memilih Bandung sebagai tujuan perjalanan.

‎"Kami bersama tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang mendesain berbagai bentuk promosi agar masyarakat memiliki alasan datang ke Bandung. Jadi bukan hanya terbang ke Bandung, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman wisata, kuliner, belanja, hingga berbagai kegiatan menarik yang hanya ada di Kota Bandung," ucapnya.

‎Ia menambahkan, program promosi tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, dunia usaha, hingga media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Kota Bandung sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setelah Bandara Husein kembali beroperasi.

‎"Kami akan melibatkan pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, dunia usaha, hingga media, sehingga manfaat ekonomi dari beroperasinya kembali Bandara Husein benar-benar dapat dirasakan masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....