Disnaker Kota Bandung Berangkatkan 40 Pekerja ke Jepang, Peluang Kerja Terbuka
- 30 Jul 2026 13:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Sebanyak 40 warga Kota Bandung diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program magang selama tiga tahun di berbagai sektor pekerjaan.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih sangat besar. Bahkan hingga tahun 2030, Jepang diperkirakan masih membutuhkan sekitar 600.000 tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai sektor industri.
"Nanti kalau ada warga Kota Bandung yang diberangkatkan ke luar negeri, mereka akan mendapatkan subsidi pelatihan bahasa dari Pemerintah Kota Bandung. Untuk keberangkatan kali ini ada 40 orang dengan berbagai macam pekerjaan di sana. Mereka akan menjalani program magang selama tiga tahun, mulai dari caregiver, pengolahan makanan, konstruksi hingga sektor restoran," ujar Yayan di sela Job Fair Future Connect 2026 di Miko Mall, Kota Bandung, Kamis 30 Juli 2026.
Menurut Yayan, program penempatan tenaga kerja ke Jepang menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Bandung untuk menekan angka pengangguran. Ia menilai kesempatan bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang, masih terbuka sangat luas.
"Kesempatan bekerja di luar negeri, terutama di Jepang, ternyata masih banyak sekali. Saya baru bertemu dengan agensi dari Jepang, dan mereka menyampaikan masih ada ribuan lowongan kerja yang belum terisi. Mereka juga sangat tertarik dengan pekerja asal Kota Bandung," katanya.
Yayan menjelaskan, pekerja asal Kota Bandung dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Jepang karena dikenal terampil, kreatif, dan memiliki etos kerja yang baik. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh peserta yang diberangkatkan agar menjaga sikap dan nama baik daerah selama bekerja di luar negeri.
"Mudah-mudahan para pekerja ini bisa menjaga nama baik Kota Bandung. Di sana mereka sangat sensitif terhadap perilaku negatif. Kalau sampai ada tindakan yang tidak baik, bisa saja Kota Bandung masuk daftar hitam sehingga kesempatan bagi calon pekerja berikutnya akan tertutup," ujarnya.
Selain kemampuan teknis, para peserta juga dibekali berbagai pelatihan sebelum diberangkatkan. Materi yang diberikan meliputi penguasaan bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, pembentukan disiplin, hingga penguatan mental dan fisik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.
Menurutnya, pelatihan fisik menjadi bagian penting karena kondisi kerja di Jepang berbeda dengan Indonesia. Terlebih bagi peserta yang ditempatkan di sektor konstruksi atau pekerjaan luar ruangan yang harus menghadapi perubahan musim dan cuaca ekstrem.
"Di Jepang ada perbedaan musim. Saat bekerja di sektor konstruksi atau pekerjaan outdoor, suhu pada musim panas bisa mencapai 40 derajat Celsius. Kalau fisiknya tidak dipersiapkan dengan baik, tentu akan sangat berat. Karena itu mereka juga mendapatkan pelatihan ketahanan fisik bersama mitra pelatihan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....