Farhan Dorong RBM Kota Bandung Perluas Layanan Bagi Kelompok Rentan

  • 29 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung untuk memperluas jangkauan layanan bagi kelompok rentan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial.

‎Menurut Farhan, RBM memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendampingi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, lansia, dan anak-anak. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi bagian penting dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di Kota Bandung.

‎"RBM harus menjadi bagian dari penanganan masalah. Masalah-masalahnya boleh dipilih secara selektif, tetapi harus spesifik dan memiliki dampak yang terukur," ujar Farhan saat menghadiri Bimbingan Teknis Pengurus Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung Tahun Anggaran 2026 di Arion Suites Hotel Bandung, Rabu 29 Juli 2026.

‎Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas layanan kepada kelompok rentan. Oleh sebab itu, RBM diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎Farhan juga menekankan pentingnya membangun budaya inklusif sejak usia dini. Menurutnya, pengalaman hidup berdampingan dengan penyandang disabilitas sejak masa sekolah telah membentuk pemahamannya mengenai pentingnya kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga.

‎"Inklusivitas harus dibangun sedini mungkin. Itulah yang akan membangun masyarakat yang lebih siap dan meringankan pekerjaan kita di masa depan," katanya.

‎Selain memperkuat nilai inklusivitas, Farhan meminta setiap program RBM memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan terukur. Ia mengusulkan sedikitnya tiga indikator utama, yakni kontribusi terhadap pengurangan ketimpangan sosial, luas jangkauan layanan, serta kualitas layanan yang dapat diukur melalui testimoni masyarakat.

‎"Harus tercatat berapa banyak warga yang sudah dijangkau program RBM. Kemudian kualitasnya juga bisa dilihat dari testimoni masyarakat yang objektif," tuturnya.


‎Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung siap mendukung penguatan RBM, termasuk membantu membuka akses kemitraan dengan berbagai lembaga filantropi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Namun, menurutnya, dukungan tersebut harus diiringi dengan tata kelola organisasi yang baik, transparan, dan akuntabel.

‎"Tata kelola menjadi syarat utama. Ketika kita ingin memperoleh dukungan dari berbagai lembaga filantropi, tata kelola organisasi harus benar-benar baik," ucapnya.

‎Pada kesempatan itu, Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus RBM, perangkat daerah, dan berbagai elemen masyarakat yang selama ini konsisten berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Kota Bandung.

‎Ia berharap semangat gotong royong dan kolaborasi yang terus diperkuat dapat memperluas jangkauan layanan sosial yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

‎"Dengan kolaborasi yang semakin kuat, saya berharap RBM mampu menghadirkan layanan yang semakin luas, inklusif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....