Pemkot Bandung, Luncurkan Platform Maca dan Siapkan 1.000 Titik Baca

  • 29 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus mendorong minat baca di berbagai kalangan.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan selama ini kegiatan literasi di Kota Bandung masih didominasi agenda seremonial. Karena itu, ke depan Pemkot akan memperbanyak program yang langsung menyentuh masyarakat.

‎"Ke depan kegiatan-kegiatan program literasi akan semakin kita tingkatkan. Perpustakaan akan kita aktifkan semua. Minggu depan bahkan kita mulai program Big Bad Wolf bersama Disarpus. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat," ujar Farhan usai sambutan pada Festival Literasi Kota Bandung 2026 bertajuk "Membaca Bandung, Menulis Masa Depan" di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Rabu 29 Juli 2026.

‎Farhan juga menyampaikan bahwa keberadaan Mini Library akan diarahkan menjadi ruang yang dikelola komunitas. Pemerintah siap memberikan dukungan agar komunitas dapat mengembangkan kegiatan literasi secara mandiri.

‎"Mini Library sekarang lebih diarahkan ke komunitas. Silakan komunitas membuat kegiatan apa pun, nanti akan kita dukung semampu kita," katanya.


‎Selain itu, Pemkot Bandung tengah menjajaki kerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk menghadirkan program study tour bagi pelajar Kota Bandung ke Perpustakaan Nasional di Jakarta.

‎"Salah satu program yang sedang saya bicarakan dengan Kepala Perpustakaan Nasional adalah study tour anak-anak sekolah di Kota Bandung ke Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan maupun di Salemba. Fasilitasnya sangat bagus dan diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dunia membaca," tambahnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari atau yang akrab disapa Kenny, memperkenalkan inovasi digital berupa platform literasi bernama Maca, hasil kolaborasi Pemkot Bandung, PT Aksara Maya, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

‎Menurut Kenny, platform tersebut menggabungkan layanan e-library dan teknologi blockchain, sehingga masyarakat dapat mengakses koleksi buku digital dengan mudah melalui pemindaian QR Code.

‎"Kita punya QR Code yang bisa dipindai di mana pun dan kapan pun. Target tahun ini ada di 100 titik ruang publik. Setiap tahun akan terus dikembangkan, baik penambahan koleksi buku maupun titik layanannya," ujarnya.


‎Sebanyak 100 titik awal akan dipasang di berbagai ruang publik dalam ruangan, seperti puskesmas, posyandu, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kafe, hingga fasilitas umum lainnya.

‎Ke depan, Disarpus menargetkan jumlah titik akses platform Maca meningkat menjadi 1.000 titik dalam tiga tahun mendatang agar masyarakat semakin mudah memperoleh bahan bacaan digital.

‎Tak hanya itu, Disarpus juga tengah menyiapkan inovasi baru yang rencananya diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), yakni Titik Baca berbasis QR Code untuk ruang terbuka serta Robobook, robot berbasis storytelling yang dirancang untuk menarik minat baca anak-anak.

‎"Robobook akan ditempatkan di perpustakaan sebagai media interaktif untuk anak-anak. Selain itu, platform Maca juga akan hadir di bandara, terminal, dan stasiun kereta agar akses membaca semakin luas bagi masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....