Farhan: Pengolahan Sampah Meningkat, Ketergantungan ke TPA Sarimukti Berkurang

  • 29 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui berbagai inovasi dan penerapan teknologi tepat guna. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang selama ini masih menjadi lokasi utama pembuangan sampah Kota Bandung.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan hingga saat ini sekitar 70 persen sampah Kota Bandung masih dikirim ke TPA Sarimukti. Namun, capaian pengolahan sampah di tingkat kota terus mengalami peningkatan dan kini telah mencapai sekitar 30 persen.

‎"Pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini, sampai sekarang kita masih sangat mengandalkan TPA Sarimukti, sekitar 70 persen. Sementara pengolahan sampah sudah meningkat menjadi 30 persen," ujar Farhan, Rabu 29 Juli 2026.

‎Menurut Farhan, peningkatan kapasitas pengolahan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah agar volume sampah yang dibuang ke TPA terus berkurang. Berbagai program pengurangan sampah dari sumbernya hingga pemanfaatan teknologi pengolahan terus didorong di berbagai wilayah Kota Bandung.

‎Ia juga mengungkapkan, perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan sampah di Kota Bandung semakin besar. Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa waktu lalu.

‎"Minggu lalu Menko Pangan datang khusus ke Kota Bandung bersama Kepala BRIN untuk memastikan teknologi tepat guna digunakan dalam pengolahan sampah," katanya.


‎Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendukung penerapan teknologi yang mampu meningkatkan efektivitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir.

‎Farhan menambahkan, berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Bandung juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi tersebut terutama diberikan atas konsistensi Kota Bandung dalam mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

‎"Alhamdulillah, warga Kota Bandung juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya untuk program pengolahan sampah organik atau yang kita kenal sebagai Kang Pisman," ucapnya.

‎Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan) selama ini menjadi salah satu gerakan andalan Pemkot Bandung dalam mengedukasi masyarakat agar mengurangi timbulan sampah, memilah sampah sejak dari rumah, serta memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.

‎" berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pemerintah pusat dapat mempercepat transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....