Pemkot Bandung Ajak Warga Dukung Reaktivasi Bandara Husein
- 28 Jul 2026 14:35 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Pemkot Bandung mengajak masyarakat untuk aktif mendukung reaktivasi Bandara Husein Sastranegara melalui kepatuhan terhadap aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
- Tiga kecamatan berbatasan langsung dengan bandara yaitu Cicendo, Andir, dan sebagian Sukajadi memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan operasi penerbangan.
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara melalui kepatuhan terhadap ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting agar operasional bandara dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira, mengatakan, sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami peran penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.
"Reaktivasi Bandara Husein bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola bandara, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak aparat kewilayahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan aturan KKOP hingga ke lingkungan masing-masing," ujar Bira, dalam Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) untuk optimalisasi Bandara Husein Sastranegara diikuti camat, lurah, ketua RW, serta tokoh masyarakat dari wilayah sekitar bandara, di Balai Kota Bandung, Selasa 28 Juli 2026.
Menurutnya, terdapat tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara, yakni Kecamatan Cicendo, Andir, dan sebagian Sukajadi. Wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan operasi penerbangan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.
Bira menjelaskan, Bandara Husein memiliki karakteristik sebagai city airport yang berada di tengah kawasan perkotaan padat. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap lingkungan sekitar bandara menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan pesawat saat lepas landas, mendarat, maupun bermanuver di udara.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, seperti mendirikan bangunan melebihi batas ketinggian yang diizinkan, memasang reklame atau menara tanpa ketentuan, menggunakan sinar laser ke arah pesawat, bermain layang-layang di sekitar jalur penerbangan, hingga menyalakan lampu berintensitas tinggi yang dapat mengganggu pandangan pilot.
"Ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kesiapan operasional bandara. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kawasan sekitar bandara," katanya.
Selain aspek keselamatan, Bira menilai optimalisasi kembali Bandara Husein akan memberikan dampak positif bagi Kota Bandung. Kehadiran bandara sebagai simpul transportasi udara diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor perdagangan, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ia juga meminta para camat dan lurah untuk melanjutkan sosialisasi secara berjenjang kepada masyarakat agar pemahaman mengenai aturan KKOP semakin luas.
Sementara itu, Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo, mengungkapkan proses persiapan reaktivasi bandara terus dipercepat. Berbagai pembenahan sarana dan prasarana, baik di dalam maupun di luar kawasan bandara, telah dilakukan bersama Pemkot Bandung.
"Insyaallah pada pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar," ucapnya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkot Bandung yang telah menindaklanjuti berbagai kebutuhan infrastruktur di sekitar bandara, mulai dari perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan, hingga marka jalan.
Menurut Haryo, beroperasinya kembali Bandara Husein akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Kota Bandung.
" Meningkatnya mobilitas penumpang diyakini akan menggerakkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, hingga usaha mikro di sekitar kawasan bandara," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....