Saluran Irigasi Kering, Sejumlah Arema Pertanian di Subang Terancam Gagal Panen
- 28 Jul 2026 14:32 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Musim kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi BMKG telah menyebabkan sejumlah saluran irigasi di Kabupaten Subang mengering secara signifikan.
- Dampak kekeringan paling parah terjadi di 15 kecamatan yang sebagian besar berada di wilayah Pantura Kabupaten Subang.
- Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Subang mengonfirmasi bahwa beberapa saluran irigasi utama telah mengalami kekeringan akibat minimnya ketersediaan air irigasi.
RRI.CO.ID, Subang – Musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG pada 2026 telah mengakibatkan sejumlah saluran irigasi di wilayah Kabupaten Subang mengering. Kondisi tersebut paling parah terjadi di 15 kecamatan yang sebagian besar berada di wilayah Pantura.
"Kemarau panjang tahun ini berdampak pada ketersediaan air irigasi. Beberapa saluran utama, sudah mengalami kekeringan," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, kepada RRI di Subang, Selasa 28 Juli 2026.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pusakajaya, Pusakanagara, Legonkulon, Patokbeusi, Blanakan, Compreng, Cipunegara, Pabuaran, dan Cipeundeuy. Selain itu kekeringan juga melanda Pagaden Barat, Subang, Tanjungsiang, Cisalak, Dawuan, dan Sagalaherang.
"Daerah Pantura menjadi yang paling terdampak, karena ketergantungannya tinggi pada air irigasi untuk pertanian," jelasnya.
Akibat saluran irigasi yang mengering, areal persawahan milik petani mulai retak dan kekurangan air. Jika kondisi ini terus berlanjut, petani terancam mengalami gagal panen pada musim tanam kali ini.
"Saat ini areal pertanian mulai mengering. Kami khawatir ini akan berdampak pada produksi, dan ketahanan pangan daerah," ujarnya Kabid Darlog BPBD.
BPBD Kabupaten Subang mengimbau masyarakat dan petani, untuk melakukan penghematan air serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi, untuk membantu wilayah yang terdampak kekeringan.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, dan berkoordinasi dengan OPD terkait, untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....