Dinsos Tingkatkan Kompetensi Pendamping Lansia lewat Bimbingan Sosial Keluarga

  • 27 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi lanjut usia (lansia). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Sosial bagi Keluarga Penyandang Kebutuhan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang difokuskan pada peningkatan kapasitas keluarga sebagai pendamping atau caregiver lansia.

Kegiatan diikuti sebanyak 50 peserta, mereka berasal dari keluarga yang memiliki anggota lansia, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Makanan Lansia, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, hingga tenaga pendamping sumber daya setempat.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Pelayanan Lanjut Usia Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan fokus pada penguatan peran keluarga dalam memberikan pendampingan dan perawatan yang optimal bagi lansia.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Tin Kartini, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial.

Menurutnya, program bimbingan sosial dilaksanakan secara bertahap setiap tahun dengan sasaran kelompok rentan yang berbeda, menyesuaikan kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah.

"Program ini merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di bidang sosial. Setiap tahun sasarannya bergantian, tahun ini difokuskan kepada keluarga yang merawat lansia. Ke depan bisa menyasar penyandang disabilitas, anak-anak maupun kelompok rentan lainnya," ujar Tin Kartini, di Lembang, Senin 27 Juli 2026.

Tin Kartini mengungkapkan, pendampingan terhadap lansia tidak cukup hanya mengandalkan kepedulian keluarga, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lansia.

Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga kualitas pendampingan terhadap lansia semakin baik. Namun demikian, ia mengakui pelatihan yang dilaksanakan saat ini masih memiliki keterbatasan waktu sehingga peserta baru memperoleh pembelajaran dalam bentuk teori.

"Pihak Kementerian Sosial menyampaikan bahwa pelatihan pendamping lansia yang ideal berlangsung sekitar 10 hari dan dilengkapi praktik langsung, termasuk penanganan kondisi darurat kesehatan. Saat ini kami baru bisa memberikan materi teori karena keterbatasan waktu. Mudah-mudahan ke depan dukungan anggaran semakin baik sehingga pelatihannya bisa lebih komprehensif," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat berharap keluarga sebagai pendamping utama lansia memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola perawatan, pelayanan sosial, hingga cara memenuhi kebutuhan lansia secara tepat.

Peningkatan kapasitas caregiver dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan lansia, sekaligus memastikan mereka memperoleh pendampingan yang layak, aman, dan penuh perhatian di lingkungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....