Pemkot Bandung Persiapkan Aspek Pendukung Trayek Lembang–Bandara Husein
- 27 Jul 2026 17:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan berbagai aspek pendukung menjelang rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan pembukaan trayek angkutan umum baru yang menghubungkan Lembang dengan Bandara Husein.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan usulan trayek tersebut telah diajukan melalui surat kepada pihak terkait. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu tanggapan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kopamas sudah berkirim surat terkait trayek Lembang-Husein. Memang belum ada jawaban, tapi minggu ini saya akan mengejar, jemput bola ke Kemenhub berkaitan dengan itu," ujar Rasdian, Senin 27 Juli 2026.
Menurut Rasdian, apabila usulan tersebut disetujui, angkutan pada trayek Lembang–Bandara Husein hanya diperbolehkan masuk ke kawasan bandara untuk mengantar dan menjemput penumpang. Kendaraan tidak akan diizinkan parkir di area bandara.
"Jadi dari Lembang nanti ke Husein. Masuk hanya untuk drop penumpang, tidak parkir. Setelah itu jalan lagi," katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya Bandara Husein pernah dilayani angkutan umum dengan trayek Gunung Batu–Stasiun yang masuk ke kawasan bandara. Kini, Dishub mengusulkan rute baru dari Lembang sebagai upaya memperluas akses masyarakat menuju bandara.
"Dulu kan ada jurusan Gunung Batu–Stasiun masuk ke Bandara Husein. Nah sekarang kita usulkan yang dari Lembang ke Husein," ucapnya.
Selain menyiapkan layanan angkutan dalam trayek, Dishub Kota Bandung juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penyediaan layanan angkutan tidak dalam trayek, termasuk transportasi daring.
Namun demikian, Rasdian menegaskan bahwa pengaturan operasional transportasi daring seperti Grab dan Gojek bukan merupakan kewenangan Dishub Kota Bandung. Hal tersebut karena area operasional bandara merupakan aset milik Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara.
"Kalau Grab, Gojek itu kewenangannya bukan di Dishub Kota karena asetnya milik Lanud. Silakan koordinasi dengan Koperasi Lanud mekanismenya seperti apa, kita serahkan," jelasnya.
Meski tidak mengatur mekanisme maupun kuota kendaraan nontrayek, Dishub tetap memastikan aspek kelancaran lalu lintas menjadi perhatian utama saat bandara kembali beroperasi. Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan aktivitas kendaraan menuju dan keluar bandara tidak menimbulkan kemacetan.
"Yang penting kalau kita lihat, jangan sampai terjadi nanti macet dan sebagainya," tuturnya.
Di sisi lain, Dishub Kota Bandung juga tengah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung di sekitar kawasan Bandara Husein Sastranegara. Persiapan tersebut meliputi pemasangan penerangan jalan, marka jalan, rambu petunjuk, rambu peringatan, hingga perlengkapan pengaturan lalu lintas seperti water barrier dan traffic cone.
"Support lain juga kita siapkan, seperti water barrier, traffic cone, termasuk rambu-rambu peringatan dan rambu petunjuk. Kesan pertama harus bagus," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....