Walikota Bandung Klaim Kekeringan Masih Terkendali, Distribusi SAB Dilakukan

  • 27 Jul 2026 10:34 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan dampak musim kemarau di sejumlah wilayah masih dapat ditangani dengan baik. Meski beberapa kawasan mulai mengalami kekeringan dan penurunan debit air, kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi tangki air dan penyediaan Sarana Air Bersih (SAB).

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kondisi darurat akibat kekeringan. Pemkot terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

‎"Belum ada laporan darurat. Memang biasanya wilayah timur yang paling banyak terdampak. Tahun lalu juga ada kekeringan, tetapi bisa kita tangani dengan distribusi tangki air," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 27 Juli 2026.


‎Farhan menjelaskan, hampir setiap hari Pemerintah Kota Bandung mengirimkan sedikitnya satu mobil tangki air ke salah satu RW yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, penyediaan Sarana Air Bersih (SAB) juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI AD dan aspirasi anggota dewan.

‎"Hampir setiap hari minimal satu tangki air dikirim ke salah satu RW. Sejauh ini seluruh kebutuhan masih terpenuhi. Untuk SAB juga kita dibantu oleh TNI AD, alhamdulillah jumlahnya cukup banyak," katanya.

‎Menurut Farhan, distribusi tangki air umumnya berasal dari Perumda Tirtawening Kota Bandung, sedangkan pembangunan maupun penyediaan SAB berasal dari berbagai sumber pendanaan dan kolaborasi lintas pihak.

‎"Kalau tangki air dari PDAM. Kalau SAB berasal dari berbagai macam sumber. Semua berjalan dengan baik," ujarnya.

‎Ia menegaskan, meskipun musim kemarau mulai dirasakan di Kota Bandung, kondisi kekeringan hingga kini masih terkendali. Tidak ada laporan masyarakat yang belum mendapatkan pasokan air bersih karena seluruh kebutuhan dapat dipenuhi melalui distribusi yang dilakukan secara rutin.

‎Farhan menyebut wilayah timur, khususnya bagian utara Kota Bandung, mulai merasakan dampak musim kemarau lebih awal. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya debit sejumlah mata air yang selama ini juga dimanfaatkan sebagai sumber pengisian mobil tangki air.

‎"Wilayah timur bagian utara sudah mulai terasa. Apalagi di sana ada sumber mata air yang dimanfaatkan untuk pengisian tangki-tangki air. Jadi untuk masyarakat memang ada yang mulai seret, tetapi sejauh ini masih aman," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....