Cimahi Luncurkan Motekar Awards 2026, Bidik Masuk 10 Besar Kota Inovatif Nasional

  • 22 Jul 2026 15:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan Cimahi Motekar Awards (CHIMA) 2026 sekaligus memulai pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) Kota Cimahi 2026. Peluncuran yang digelar di Command Center Cimahi pada Selasa 21 Juli 2026 tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Kegiatan itu dihadiri unsur pimpinan DPRD Kota Cimahi, Sekretaris Daerah, narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, perwakilan BP2D Provinsi Jawa Barat, jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas, akademisi, serta tim pendamping inovasi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Ngatiyana menegaskan bahwa inovasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dikembangkan. Menurutnya, keterbatasan anggaran pada tahun 2026 justru harus menjadi pemicu lahirnya berbagai terobosan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, tetapi harus menjadi pemantik kreativitas dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik," ujar Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

Ngatiyana mengungkapkan Kota Cimahi berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan meraih predikat Kota Sangat Inovatif. Prestasi tersebut mengantarkan Cimahi berada di peringkat ke-12 nasional setelah sebelumnya menempati posisi ke-18.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak cepat berpuas diri atas pencapaian tersebut. Pemerintah Kota Cimahi kini menargetkan mampu menembus posisi 10 besar kota paling inovatif di Indonesia pada penilaian tahun 2026.

"Target kita pada tahun 2026 adalah masuk 10 besar nasional, sehingga seluruh perangkat daerah harus bergerak dengan strategi yang lebih cerdas, terukur, dan terintegrasi," ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Cimahi mengubah strategi pengembangan inovasi daerah dengan lebih menitikberatkan pada kualitas dibanding jumlah inovasi. Langkah ini dilakukan karena dari sekitar 450 inovasi yang dimiliki Kota Cimahi, hanya maksimal 200 inovasi yang dapat dilaporkan ke sistem penilaian nasional IGA.

Pemerintah Kota Cimahi juga menilai masih terdapat ketimpangan tingkat kematangan inovasi di setiap perangkat daerah. Selain itu, kejenuhan aparatur akibat proses penilaian yang berulang menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui pendekatan yang lebih efektif.

Melalui peluncuran CHIMA 2026, Pemkot Cimahi berharap seluruh perangkat daerah semakin termotivasi menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing Kota Cimahi sebagai daerah yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....