Kebakaran dan Kekeringan Ancam Subang, Tagana Dinsos Perkuat Mitigasi
- 21 Jul 2026 14:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Tagana Dinas Sosial Kabupaten Subang mengimbau masyarakat, mewaspadai musim kemarau 2026, yang diprediksi berlangsung lebih panjang. Berdasarkan data BMKG, kemarau diprakirakan terjadi sejak Mei hingga Oktober 2026, dengan puncak pada Agustus 2026.
“Kami meminta masyarakat Kabupaten Subang, untuk waspada dan mengantisipasi dampak kemarau panjang ini. Tagana bersama dinas terkait juga sudah siaga,” ujar Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang Jajang Abdul Muhaimin kepada RRI, Selasa 21 Juli 2026.
Hingga pertengahan Juli 2026, bencana kebakaran rumah dan lahan terjadi hampir setiap hari di wilayah Subang. Salah satunya kebakaran di eks TPA Palembang yang terjadi pekan lalu, serta kekeringan yang mengancam ribuan hektar lahan pertanian di wilayah Pantura.
“Kekeringan di Pantura sangat kami khawatirkan, karena berpotensi menyebabkan gagal panen. Kebakaran lahan juga meningkat akibat cuaca panas, dan angin kencang,” katanya.
Dampak lain dari kemarau adalah, krisis air bersih di sejumlah desa wilayah selatan Kabupaten Subang. Kondisi ini dikhawatirkan semakin meluas jika tidak segera ditangani bersama.
“Beberapa desa di wilayah selatan, sudah mulai mengalami kesulitan air bersih. Ini menjadi perhatian serius kami ke depan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tagana Dinsos Kabupaten Subang, telah menyiapkan 1 unit kendaraan tangki air. Bantuan air bersih, akan disalurkan kepada warga terdampak, sebagai langkah penanganan awal.
“Kami sudah menyiapkan satu unit tangki air, untuk mendistribusikan air bersih ke warga yang terdampak krisis. Kami berharap, masyarakat juga ikut menghemat penggunaan air,” pungkas Jajang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....