SALIRA dan SIJABOT Percepat Transformasi Layanan RSAU Salamun

  • 21 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Salamun menggelar Forum Komunikasi Publik untuk pertama kalinya sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan implementasi regulasi dari Kementerian Kesehatan yang mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan melibatkan masyarakat dalam proses evaluasi dan peningkatan layanan.

Kepala SPI RSAU dr. M. Salamun, Kolonel Kes dr. Tri Supriyanto, Sp.PD., M.Kes., FINASIM., M.Tr. SOU, didampingi Sesrumkit Letkol Kes dr. Rohmat Andriyadi, Sp.P., FISR, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih baik.

"Forum ini menjadi sarana bagi rumah sakit untuk menangkap aspirasi masyarakat. Masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi sehingga kami dapat memberikan jawaban yang objektif, baik bagi rumah sakit maupun masyarakat. Selanjutnya, kami akan memprioritaskan program-program yang paling mendesak untuk segera dilaksanakan," ujar Kolonel Tri, di RSAU Salamun, Jl Ciumbuleuit kota Bandung, Senin 20 Juli 2026.

Sebagai bentuk transformasi layanan, RSAU dr. M. Salamun menghadirkan berbagai inovasi berbasis digital. Salah satunya melalui aplikasi SALIRA, yang menyediakan layanan pendaftaran pasien secara daring maupun luring.

"Sebelumnya, antrean pasien sudah terjadi sejak dini hari. Dengan adanya sistem pendaftaran melalui aplikasi SALIRA, antrean dapat diurai sehingga waktu tunggu pasien menjadi lebih singkat," katanya.

Tidak hanya itu, aplikasi SALIRA juga dilengkapi fitur edukasi kesehatan yang memberikan informasi komprehensif kepada pasien sebelum menjalani tindakan medis, selama masa perawatan, hingga proses pemulihan.

"Sebagai contoh, pasien yang akan menjalani operasi sesar dapat memperoleh berbagai informasi medis melalui aplikasi tersebut sehingga lebih memahami prosedur yang akan dijalani dan mengurangi kecemasan sebelum tindakan," imbuh Kolonel Tri.

RSAU dr. M. Salamun juga memiliki inovasi SIJABOT, yaitu layanan pengantaran obat ke rumah pasien, sehingga masyarakat tidak perlu kembali ke rumah sakit hanya untuk mengambil obat.

Selain SALIRA dan SIJABOT, rumah sakit juga mengembangkan aplikasi SIONCE sebagai bagian dari penguatan layanan digital kepada masyarakat.

Dalam pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan, RSAU dr. M. Salamun menegaskan seluruh layanan diberikan sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

Rumah sakit juga telah menerapkan standar pelayanan nasional melalui peningkatan kualitas ruang rawat inap, optimalisasi pencahayaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya demi meningkatkan kenyamanan pasien. Untuk pelayanan rawat jalan, RSAU dr. M. Salamun terus melakukan berbagai perbaikan. Hasilnya, tingkat kepuasan pelayanan mengalami peningkatan signifikan.

"Alhamdulillah, sebelumnya kami sempat berada di peringkat kedua dari bawah. Kini meningkat menjadi peringkat kedua dari atas. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan," ungkap Kolonel Tri.

Ia menegaskan, RSAU dr. M. Salamun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang setara kepada seluruh pasien tanpa membedakan status pembiayaan.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang sama kepada seluruh pasien, baik peserta BPJS maupun pasien mandiri. Tidak ada perbedaan dalam kualitas pelayanan yang kami berikan," tegasnya.

Keberadaan RSAU dr. M. Salamun dinilai memiliki peran strategis karena berada di kawasan selatan Kota Bandung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Lokasi tersebut menjadikan rumah sakit ini sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....