DLH Cimahi Bidik Pengurangan Sampah ke TPA Sarimukti lewat Edukasi Siswa
- 18 Jul 2026 21:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mulai mendorong pengurangan ritase sampah ke TPA Sarimukti melalui pembentukan kebiasaan baru di lingkungan sekolah. Edukasi yang digelar dalam MPLS 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.
Program sosialisasi pengelolaan sampah itu berlangsung serentak di 167 SD dan SMP se-Kota Cimahi pada 13-17 Juli 2026. Sebanyak 20 tim DLH bekerja secara paralel untuk menjangkau seluruh sekolah yang menjadi sasaran kegiatan.
Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan dan pengolahan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari sumber sampah dan dibangun secara konsisten.
"Kalau semuanya bisa melakukan pemilahan dengan baik, diharapkan juga akan bisa mengurangi ritase yang harus ke TPA Sarimukti," ujar Chanifah disela kegiatan Edukasi pengelolaan sampah MPLS di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menegaskan, upaya membangun budaya peduli lingkungan membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, DLH memilih sekolah sebagai salah satu titik penting untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak usia dini.
"Dan memang kegiatan ini tidak bisa sesaat, karena ini harus terus-menerus kita lakukan," jelasnya.
Chanifah menyebut, pendidikan karakter menjadi kunci untuk mencegah persoalan darurat sampah kembali terjadi di masa mendatang. Pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Kalau anak-anak selama diikuti terus perilakunya dan juga pendidikan karakternya, insyaallah kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi tentang darurat sampah," ucapnya.
Dalam kegiatan MPLS, para siswa diajak memahami dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik serta langkah sederhana untuk menguranginya. Penggunaan tumbler dan wadah makan pribadi menjadi salah satu kebiasaan yang didorong untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Menurut Chanifah, tantangan pengelolaan sampah di Kota Cimahi saat ini bukan hanya berkaitan dengan aspek teknis. Tantangan yang lebih besar ialah menanamkan karakter dan kepedulian kepada generasi penerus agar mau terlibat dalam penyelesaian persoalan sampah.
"Yang mungkin kurang di kita semua adalah bagaimana menanamkan karakter anak-anak sebagai pengganti generasi kita semuanya untuk mau peduli tentang sampah," katanya.
DLH Kota Cimahi memastikan edukasi lingkungan akan terus diperkuat melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor. Dunia pendidikan dipandang memiliki posisi strategis karena sekolah mampu membentuk karakter sekaligus membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.
"Dunia pendidikan menjadi salah satu sasaran utama, karena sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan budaya hidup bersih serta ramah lingkungan," kata Chanifah.
Sosialisasi di SDN Baros Mandiri 4 menjadi putaran terakhir dari rangkaian edukasi pengelolaan sampah dalam MPLS 2026. DLH berharap kebiasaan kecil yang ditanamkan kepada siswa dapat menjadi gerakan bersama untuk mengurangi sampah dan menekan beban pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....