MPLS 2026 Pintu Masuk DLH Cimahi Tanamkan Budaya Pilah Sampah di Sekolah

  • 18 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah kepada peserta didik baru. Langkah ini menjadi strategi Pemkot Cimahi memperkuat perubahan perilaku masyarakat dari lingkungan sekolah, bukan hanya mengandalkan penanganan sampah di hilir.

Edukasi pengelolaan sampah tersebut dilaksanakan selama MPLS pada 13-17 Juli 2026 dengan menyasar 167 sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di Kota Cimahi. Sasaran program terdiri dari 119 SD dan 48 SMP yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cimahi.

Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, seluruh sekolah sasaran berhasil dikunjungi melalui program sosialisasi lingkungan yang secara khusus menitikberatkan pada persoalan sampah.

"Sebanyak 167 sekolah yang bergerak kita laksanakan, Alhamdulillah Dinas Lingkungan Hidup bisa mengunjungi semuanya dengan melaksanakan pengenalan tentang lingkungan, khususnya tentang sampah," ujar Chanifah saat ditemui di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi, Jumat 17 Juli 2026.

Menurut Chanifah, MPLS dipilih sebagai momentum strategis karena menjadi awal peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun kebiasaan positif. Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga lingkungan, penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

"Momentum MPLS ini dipilih sebagai langkah strategis untuk membentuk karakter peserta didik baru agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah maupun lingkungan di tempat tinggal," katanya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, DLH Kota Cimahi mengerahkan 56 personel yang terbagi dalam beberapa tugas di lapangan. Sebanyak 40 personel di antaranya tergabung dalam Tim Sosialisasi dan Edukasi yang memberikan pemahaman langsung kepada para siswa.

Chanifah menilai pendidikan lingkungan di sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki karakter peduli terhadap lingkungan. Ia meyakini kebiasaan memilah dan mengurangi sampah yang ditanamkan sejak dini akan berdampak terhadap pengelolaan sampah Kota Cimahi ke depan.

"Tentunya tujuan kita adalah melakukan fondasi yang kuat untuk melakukan pendidikan karakter, khususnya di lingkungan sekolah dan khususnya tentang sampah," ucapnya.

Selain mengenalkan jenis-jenis sampah, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. Mereka diajak menerapkan kebiasaan sederhana, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa tumbler dan wadah makan sendiri, serta membuang sampah sesuai kategorinya.

"Minimal mereka melakukan pengurangan sampah, sekolah harus membawa tumbler dan misting sehingga tidak semuanya menggunakan plastik sekali pakai, kemudian juga harus melakukan pemilahan sampah," jelasnya.

DLH Kota Cimahi berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman siswa di ruang sekolah, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta didik baru diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah di sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa-siswi tak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, namun juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat," katanya Chanifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....