ORI030 Pilihan Investasi Aman, Warga Cimahi Diajak Kontribusi Terhadap Pembangun
- 17 Jul 2026 18:30 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyelenggarakan kegiatan edukasi literasi keuangan dan sosialisasi APBN di Kota Cimahi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang instrumen investasi.
- Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 diperkenalkan sebagai instrumen investasi yang aman sekaligus memiliki kontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.
- Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi pada 16 Juli 2026 dengan peserta yang diajak memahami peran APBN dalam menopang berbagai program pemerintah.
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah mendorong masyarakat Kota Cimahi semakin mengenal instrumen investasi yang aman sekaligus memiliki kontribusi terhadap pembangunan nasional. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 dalam kegiatan edukasi literasi keuangan dan sosialisasi APBN.
Kegiatan yang digelar Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama Pemkot Cimahi itu berlangsung di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Kamis 16 Juli 2026. Selain membahas investasi, peserta juga diajak memahami peran APBN dalam menopang berbagai program pemerintah.
Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa, menjelaskan bahwa ORI030 merupakan bagian dari instrumen pembiayaan APBN. Menurutnya, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus ikut mendukung pembiayaan pembangunan melalui pembelian surat utang negara ritel.
"ORI030 bukan hanya instrumen investasi, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pembiayaan pembangunan nasional." ujar Singgih.
Singgih menyampaikan ORI030 hadir dengan dua pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. ORI030-T3 memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kupon tetap 6,90 persen, sedangkan ORI030-T6 menawarkan tenor enam tahun dengan kupon tetap 7,00 persen.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan utang pemerintah karena pembiayaan negara dikelola secara hati-hati. Bahkan, defisit anggaran sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di bawah batas maksimal tiga persen sesuai ketentuan fiskal.
"Pengelolaan utang pemerintah secara keseluruhan masih sangat terjaga dan dana ORI digunakan untuk membiayai program prioritas yang manfaatnya kembali kepada masyarakat." ucapnya.
Sementara itu Wali Kota Cimahi Ngatiyana menilai sosialisasi tersebut penting untuk meningkatkan kecerdasan finansial masyarakat di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat. Ia berharap warga tidak mudah mengambil keputusan investasi tanpa memahami risiko, manfaat, serta tujuan dari instrumen yang dipilih.
"Masyarakat harus semakin cerdas secara finansial dan bijak dalam berinvestasi agar mampu mengambil keputusan ekonomi yang tepat." kata Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, pemahaman terhadap APBN juga perlu diperkuat karena anggaran negara memiliki hubungan erat dengan pembangunan dan pelayanan publik. APBN membiayai sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, hingga berbagai program strategis pemerintah.
Kegiatan edukasi tersebut turut membahas pentingnya literasi keuangan, strategi investasi yang sehat, karakteristik SBN Ritel, serta mekanisme pembelian ORI030. Materi disampaikan Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Bahal A. Pranata, untuk memperluas pemahaman peserta mengenai investasi surat utang negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....