Literasi Keuangan di Cimahi Menjadi Kunci Membangun Kemandirian Ekonomi

  • 17 Jul 2026 18:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan dinilai menjadi kunci untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus mendorong keputusan investasi yang lebih cerdas. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi APBN serta Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030 di Kota Cimahi.

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cimahi menggelar kegiatan tersebut di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan diikuti perangkat daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut dan mengapresiasi Kementerian Keuangan yang memilih Kota Cimahi sebagai salah satu lokasi kegiatan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami APBN secara lebih utuh karena anggaran negara memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari.

"APBN bukan sekadar dokumen berisi angka-angka, melainkan instrumen utama negara untuk melindungi masyarakat dan menggerakkan pembangunan nasional." ujar Ngatiyana.

Ngatiyana menjelaskan, APBN digunakan untuk membiayai berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, hingga penguatan ketahanan nasional.

Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap kebijakan fiskal dinilai penting agar publik dapat melihat keterkaitan, antara pengelolaan anggaran dan peningkatan kesejahteraan.

Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar, tekanan inflasi, dan perlambatan ekonomi dunia, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi relatif terjaga.

Kondisi tersebut, kata Ngatiyana, tidak terlepas dari kebijakan fiskal serta pengelolaan pembiayaan negara yang dilakukan secara hati-hati dan akuntabel.

"Saya berharap masyarakat Kota Cimahi semakin cerdas secara finansial, bijak dalam berinvestasi, dan aktif mendukung pembangunan nasional." ucapnya.

Sementara itu, Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa, menilai literasi keuangan dapat membantu masyarakat memahami pilihan investasi yang aman sekaligus produktif. Salah satu instrumen yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Surat Berharga Negara (SBN) Ritel melalui ORI030.

Singgih menyebut SBN Ritel memberikan manfaat ganda karena masyarakat tidak hanya memperoleh imbal hasil investasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui APBN.

Pemerintah saat ini menawarkan ORI030 dalam dua pilihan tenor, yakni ORI030-T3 selama tiga tahun dengan kupon tetap 6,90 persen dan ORI030-T6 selama enam tahun dengan kupon tetap 7,00 persen.

"ORI030 merupakan pilihan investasi menarik karena menawarkan kupon kompetitif, dijamin negara, dan sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap pembiayaan pembangunan nasional." katanya.

Ia menambahkan, dana yang dihimpun melalui ORI digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan investasi, tetapi juga memahami kontribusinya terhadap pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi membangun investasi yang sehat, karakteristik SBN Ritel, serta mekanisme pembelian ORI030. Materi disampaikan oleh Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Bahal A. Pranata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....