Jabatan Strategis Pemkab Indramayu, Tarik Menarik Dua Kepentingan?
- 14 Jul 2026 20:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Indramayu - Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menyoroti serius terkait keberadaan SDM yang mampu mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah di Indramayu. Hal itu terkait masuknya dua pejabat dari Pemkab Cirebon untuk menduduki posisi moncer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Kondisi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pejabat dan kalangan politisi di kota Mangga tersebut. Masuknya calon pejabat dari wilayah lain ini seolah olah, Kabupaten Indramayu tidak memiliki sumber daya manusia yang mumpuni sehingga harus mengambil orang dari luar Indramayu.
"Masih ada SDM di kabupaten Indramayu yang sangat layak untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Kenapa harus mengambil dari luar kabupaten Indramayu yang belum tahu karakter masyarakatnya " jelas Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu, Endang Effendi kepada wartawan Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Endang, terciumnya aroma tak sedap ini terkait kisruh pelaksanaan uji kompetensi talenta di Kabupaten Indramayu yang mengikutsertakan dua pejabat dari Kabupaten Cirebon sebagai langkah yang sangat memprihatinkan. Menurut dia, meskipun secara aturan diperbolehkan, kebijakan tersebut tetap menimbulkan pertanyaan dari sisi moral.
"Hal itu sangat memprihatinkan dan cacat moral. Meskipun secara aturan dibolehkan, tapi secara moral dipertanyakan," ujar Endang Effendi.
Ia mempertanyakan alasan dilibatkannya pejabat dari luar daerah dalam proses tersebut. Dikatakan dia, Kabupaten Indramayu seharusnya memiliki sumber daya manusia yang mampu mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah.
"Pertanyaannya apakah di Indramayu sudah tidak ada orang pintar? Apakah sistem birokrasi di sini tidak mampu menghasilkan orang yang kompeten sehingga harus mencari calon kepala dinas dari kabupaten luar?" katanya.
Endang mengaku kecewa sebagai putra daerah yang telah lama berproses di Indramayu. Ia berharap pemerintah daerah kabupaten Indramayu memberikan kepercayaan lebih besar kepada aparatur maupun sumber daya manusia asal Indramayu.
"Terus terang saya kecewa sebagai orang Indramayu yang berproses di Indramayu. Mau sampai kapan kita impor terus ini," ucap Endang Efendi.
Sementara itu juga, beredar informasi yang menyebutkan Kepala BKPSDM Indramayu, mengawal dua calon pejabat tersebut ke BKN. Menanggapi hal itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu Muhammad Zaenal Mutaqien membantah bahwa dirinya mengawal dua pejabat asal Cirebon tersebut untuk menduduki jabatan moncer di lingkungan Pemkab Indramayu tersebut.
Zaenal menjelaskan bahwa masuknya dua pejabat dari Cirebon itu didasari pada kondisi Kabupaten Indramayu yang selalu berada di peringkat terakhir baik itu tingginya angka kemiskinan dan rendahnya peningkatan investasi daerah. Sehingga diperlukan orang orang yang memiliki potensi dan jejaring hingga luar negeri.
"Ga ada kepentingan mas.Zaenal itu apalah, yang kami lihat kompetensi dan inilah yang dibutuhkan Indramayu, bila Indramayu ingin mengejar ketertinggalannya," ujar Zaenal.
Dua calon pejabat dari luar Kabupaten Indramayu yang tengah hangat diperbincangkan tersebut, akan menduduki jabatan sebagai kepala PUPR dan kepala Badan Keuangan Daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....