KPAID Gandeng Kodam III/Siliwangi Gelar Kampanye Anti-Kekerasan Anak Selama 24 Jam
- 14 Jul 2026 17:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III/Siliwangi akan menggelar kampanye perlindungan anak selama 24 jam tanpa henti dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya.
Program bertajuk "Anti-Kekerasan pada Anak: 24 Jam Tanpa Jeda" itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah kekerasan terhadap anak.
Komitmen pelaksanaan kegiatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, dengan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa 14 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kondisi perlindungan anak di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, serta pentingnya membangun sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Mayjen TNI Kosasih menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat mengenai tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
"Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa anak berhak tumbuh tanpa diskriminasi, tanpa rasa takut, serta memperoleh seluruh haknya secara utuh. Keluarga menjadi benteng pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak," ujarnya.
Ia juga memastikan akan hadir dalam kegiatan yang digelar di Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan perlindungan anak.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menjelaskan bahwa kampanye selama 24 jam tersebut dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap isu kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, konsep kegiatan yang berlangsung tanpa henti selama satu hari penuh telah mendapat perhatian dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kampanye perlindungan anak berdurasi terpanjang yang dilakukan secara estafet di Indonesia.
Selain kampanye edukatif, kegiatan juga akan diisi dengan pentas seni dan budaya yang melibatkan anak-anak, dialog interaktif bersama orang tua dan pemangku kepentingan, serta penyaluran santunan kepada anak yatim dan anak yang membutuhkan.
Ato mengatakan, penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026 di Tasikmalaya memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap perlindungan anak. Kedua, memperkuat jejaring pengawasan melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan. Ketiga, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola asuh positif dalam keluarga.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Anak tidak dapat menentukan di keluarga mana mereka dilahirkan. Namun, orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," kata Ato.
Kegiatan tersebut juga dijadwalkan menghadirkan pemerhati anak nasional, Kak Seto, yang akan memberikan dukungan sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....