Milangkala Desa Cempakamekar, Budaya Tradisional Jadi Semangat Kemandirian

  • 12 Jul 2026 16:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah Desa Cempakamekar, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menggelar perayaan Hari Jadi (Milangkala) ke-47 dengan semarak pada Sabtu 11 Juli 2026. Perayaan tahun ini mengusung tema pelestarian budaya Sunda melalui festival pencak silat dan pagelaran wayang golek yang menjadi puncak acara.

Kepala Desa Cempakamekar, Agus Restiawan, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, Milangkala bukan sekadar peringatan hari jadi desa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah dengan keadaan seperti ini, kita bisa mengadakan syukuran Milangkala Desa yang ke-47 dengan sesuguhan seni pencak silat," ujar Agus di sela kegiatan.

Festival pencak silat menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan tersebut. Sebanyak 23 paguron dari berbagai daerah di Kabupaten Bandung Barat ambil bagian dalam pertunjukan, termasuk peserta dari Kecamatan Cipongkor, Sindangkerta, hingga perwakilan dari Kabupaten Bandung.

Agus menilai besarnya partisipasi perguruan pencak silat menunjukkan bahwa seni bela diri tradisional Sunda masih memiliki tempat di hati masyarakat. Karena itu, ia menilai pelestarian budaya perlu terus didorong agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Sebagai penutup, perayaan Milangkala menghadirkan pagelaran wayang golek yang dibawakan dalang Ki Dadan Sunandar Sunarya. Pertunjukan tersebut diharapkan semakin memperkuat karakter budaya Desa Cempakamekar. "Malam ditutup dengan pagelaran wayang golek, Bapak Dadan. Yang mudah-mudahan bisa membawa satu ciri Desa Cempakamekar ini maju," katanya.

Di sisi lain, Agus memanfaatkan momentum Milangkala untuk menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar lebih mengedepankan program pemberdayaan masyarakat dibandingkan bantuan yang bersifat sementara. Menurutnya, penguatan kelompok usaha, peternakan, hingga UMKM akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi warga.

"Yang saya inginkan itu dari pemerintah bukan bantuan, tapi program-program yang dapat dirasakan masyarakat untuk menuju ke kemandirian. Contoh usaha-usaha seperti kelompok ternak dan usaha UMKM. Itu yang saya butuhkan dari pemerintah untuk kemajuan masyarakat Cempakamekar, ya umumnya Bandung Barat," ungkapnya.

Melalui peringatan hari jadi desa ini, Pemerintah Desa Cempakamekar berharap masyarakat semakin maju, memiliki pola pikir yang positif, serta mampu membangun kemandirian ekonomi.

Harapan tersebut diwujudkan melalui slogan CERDAS, yang merupakan akronim dari Cekatan, Edukatif, Religius Dinamis, Agamis, dan Santun. Nilai-nilai itu diharapkan menjadi pedoman dalam pembangunan desa sekaligus membentuk karakter masyarakat yang produktif dan berdaya saing.

Pemerintah Desa Cempakamekar berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai agenda rutin yang tidak hanya melestarikan warisan tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan mendorong kemajuan desa di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....