Dewas BPJS Kesehatan, Literasi Program JKN Masih Jadi Tantangan di Masyarakat
- 11 Jul 2026 20:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan sekaligus praktisi kesehatan, Lula Kamal, menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami tata cara pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi tersebut kerap memunculkan berbagai kesalahpahaman terkait pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta.
Menurutnya, sejumlah keluhan yang sering muncul di masyarakat, seperti anggapan obat tidak tersedia, pasien dipulangkan sebelum sembuh, hingga persepsi bahwa layanan gawat darurat harus selalu berbayar, umumnya berawal dari kurangnya pemahaman terhadap mekanisme Program JKN.
"Sebetulnya yang tadi dibahas semuanya. Lagi-lagi adalah bagaimana kemudian masyarakat menganggap, 'kok obatnya nggak ada', terus pemahamannya masih salah. Tadi yang dibilang, 'oh belum sembuh, suruh pulang', kemudian gawat darurat harus bayar di rumah sakit. Padahal pemahamannya memang masih belum benar," ujar Lula Kamal usai kegiatan audiensi dan serap aspirasi bersama komunitas media dalam rangka penguatan penyelenggaraan Program JKN di Bandung, Sabtu 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan, peserta yang telah memahami alur pelayanan BPJS Kesehatan umumnya tidak lagi mengalami kendala berarti saat mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, pemanfaatan aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu solusi untuk mempermudah pelayanan, termasuk mengurangi antrean di fasilitas kesehatan.
"Kalau kita ketemu teman-teman yang sudah menggunakan BPJS dan tahu cara yang benar menggunakan seperti apa, sudah nggak ada kendala. Yang belum pernah menggunakan BPJS biasanya membayangkan antreannya panjang, padahal mereka datang langsung tanpa mendaftar melalui Mobile JKN," katanya.
Lula menambahkan, BPJS Kesehatan juga telah menyiapkan petugas di berbagai fasilitas kesehatan untuk memberikan pendampingan kepada peserta, mulai dari proses pendaftaran hingga penggunaan layanan digital.
"Peserta akan dipandu bagaimana cara menggunakan Mobile JKN, sehingga bisa datang sesuai jadwal pemeriksaan tanpa harus menunggu dari pagi," ucapnya.
Lebih lanjut, Lula menegaskan Program JKN telah menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Setelah lebih dari satu dekade berjalan, Program JKN dinilai berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Selain itu, keberlanjutan program juga didukung oleh tata kelola yang semakin baik, kondisi keuangan yang sehat, serta berbagai inovasi layanan yang memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Dalam diskusi bersama komunitas media, berbagai masukan turut disampaikan terkait efektivitas penyebarluasan informasi mengenai Program JKN. Media menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban sebagai peserta, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih luas dan mudah dijangkau.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah memperkuat sosialisasi melalui berbagai platform digital, mulai dari situs web, video edukasi hingga media sosial.
"Sejauh ini mungkin banyak masyarakat yang belum mengetahui hak dan kewajiban peserta. Karena itu JKN harus lebih disosialisasikan kepada masyarakat dengan menggunakan multi platform, baik web, video maupun media sosial. Dengan begitu peserta bisa membayar iuran dengan baik dan tidak hanya membayar saat kondisi mendesak saja," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....