BPBD Cimahi Terima Laporan Kerawanan Air Bersih, RW 8 Cibeber Wilayah Terdampak
- 10 Jul 2026 13:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai menerima laporan kerawanan air bersih seiring memasuki musim kemarau 2026. laporan resmi baru berasal dari RW 8 Kelurahan Cibeber pada pertengahan Juni lalu.
Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menegaskan persoalan yang terjadi bukan kekeringan total, melainkan berkurangnya pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi tersebut terutama berdampak pada kebutuhan mandi, memasak, dan keperluan rumah tangga yang memerlukan air layak pakai.
"Yang perlu digarisbawahi adalah kerawanan air bersih untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak, sementara untuk kebutuhan lain seperti mencuci masih relatif tersedia." ujar Fithriandy saat dihubungi, Jumat 10 Juli 2026.
Fithriandy menjelaskan penanganan awal terhadap wilayah terdampak telah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebelum status siaga kekeringan diberlakukan. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi dan dampak musim kemarau dapat ditekan sejak dini.
"Laporan yang kami terima merupakan kerawanan air bersih dan hingga kini baru berasal dari RW 8 Kelurahan Cibeber." ucapnya.
Menurutnya, kondisi musim kemarau tahun ini masih jauh lebih terkendali dibandingkan tahun 2024. Pada periode yang sama dua tahun lalu, hampir seluruh kelurahan di Kota Cimahi telah melaporkan mengalami kerawanan air bersih sehingga membutuhkan penanganan lebih luas.
BPBD terus memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah Kota Cimahi sebagai langkah antisipasi apabila kemarau semakin panjang. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, serta perangkat wilayah agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....