BPBD Cimahi Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Aktifkan Posko Antisipasi Kemarau

  • 10 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi resmi menetapkan status Siaga Kekeringan sebagai langkah menghadapi musim kemarau tahun ini. Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan.

Penetapan status siaga dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Cimahi. Melalui status tersebut, BPBD juga mengaktifkan Posko Siaga Kekeringan guna mempercepat koordinasi penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan seluruh personel dan sumber daya disiapkan agar penanganan dampak musim kemarau dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. Koordinasi juga melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), OPD terkait, hingga mitra eksternal Pemerintah Kota Cimahi.

"Sejak 1 Juli kami menetapkan status siaga kekeringan hingga 30 September serta mengaktifkan posko agar seluruh sumber daya siap mengantisipasi dampak musim kemarau," kata Fithriandy saat dihubungi, Jumat 10 Juli 2026.

BPBD juga telah menyusun langkah antisipasi penyediaan air bersih apabila terjadi peningkatan laporan kekurangan air dari masyarakat. Penyaluran air akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebagai perangkat daerah yang membidangi pelayanan air bersih.

Selain itu, BPBD akan melakukan distribusi air bersih apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan darurat. Mekanisme tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya wilayah terdampak selama musim kemarau berlangsung.

"Apabila laporan kekurangan air bersih meningkat, kami bersama DPKP akan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

BPBD berharap kondisi musim kemarau tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan masih terjadi secara berkala sehingga potensi kekeringan ekstrem dapat diminimalkan.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan air secara bijaksana. Pemerintah Kota Cimahi juga terus memantau perkembangan cuaca sebagai dasar pengambilan langkah penanganan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....