JETOUR T1, Bidik Pasar SUV Hybrid Dengan Target Penjualan 100 Unit Per Bulan

  • 07 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – PT JETOUR Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 kepada masyarakat Bandung sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan produk sekaligus mengenalkan SUV terbaru yang dirancang untuk mendukung mobilitas modern dan gaya hidup aktif.

‎Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Denny Anggono, mengatakan sejak hadir di Indonesia sekitar dua tahun lalu, JETOUR lebih dulu memasarkan kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Namun, pada 2026 perusahaan mulai memasuki segmen kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui teknologi yang diberi nama Intelligent Dual Motor (IDM).

‎"Sejak awal kami hadir memang lebih banyak menawarkan model bermesin bensin atau ICE. Tahun ini kami mulai memasuki teknologi PHEV yang kami beri nama IDM. DNA JETOUR sendiri identik dengan kendaraan bergaya adventure dan off-road, seperti T2 maupun T1. Karena itu kami melihat teknologi PHEV akan lebih sesuai untuk karakter kendaraan seperti ini," ujar Denny saat peluncuran JETOUR T1 di Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung (SUMMABA), Kota Bandung, Selasa 7 Juli 2026.


‎Menurutnya, JETOUR terus memperluas jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini jaringan perusahaan telah hadir di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi, dan akan terus bertambah dalam waktu dekat.

‎‎"Jaringan kami sudah ada di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan seperti Pontianak dan Samarinda, sementara Banjarmasin sedang dalam tahap akhir. Di Sulawesi kami juga sudah hadir di Makassar. Secara bertahap kami akan membuka jaringan hingga menjangkau seluruh Indonesia. Saat ini sudah ada 24 outlet dan target kami tahun ini menjadi 40 outlet," katanya.

‎‎Denny menilai Kota Bandung memiliki potensi besar untuk pengembangan kendaraan hybrid. Menurutnya, meningkatnya harga bahan bakar membuat masyarakat mulai melirik kendaraan berteknologi elektrifikasi sebagai alternatif yang lebih efisien.

‎‎Meski demikian, ia mengakui infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di berbagai daerah masih belum merata. Karena itu, teknologi PHEV dinilai menjadi solusi yang lebih praktis dibanding kendaraan listrik murni.

‎‎"Dengan harga bensin yang semakin naik, elektrifikasi menjadi salah satu alternatif. Namun infrastruktur charging belum merata. Karena itu PHEV lebih cocok, sebab kendaraan ini tidak hanya mengandalkan pengisian baterai. Ketika daya baterai mulai habis, mesin bensin akan secara otomatis mengisi ulang sehingga pengguna tidak perlu khawatir," jelasnya.

‎‎Dari sisi penjualan, JETOUR optimistis permintaan kendaraan akan terus meningkat. Saat ini setiap dealer telah mampu membukukan penjualan sekitar 60 unit per bulan, dan perusahaan menargetkan setiap cabang dapat melampaui angka 50 unit penjualan setiap bulan.

‎"Kami menargetkan masing-masing cabang bisa melewati 50 unit penjualan per bulan. Dengan dua cabang, kami berharap penjualan bisa mencapai sekitar 100 unit setiap bulan, apalagi nanti akan ada model baru yang segera diluncurkan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....