Walikota Bandung Waspadai Potensi Banjir di Musim Kemarau Anomali
- 06 Jul 2026 18:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di tengah musim kemarau yang berlangsung secara tidak biasa (anomali). Langkah antisipasi dilakukan setelah hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan masih adanya peluang hujan dengan intensitas tinggi, meski kemungkinannya relatif kecil.
Wali Kota Bandung, M. Farhan, mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama BMKG, kondisi musim kemarau tahun ini tergolong anomali. Secara umum, peluang terjadinya hujan deras secara tiba-tiba memang rendah. Namun demikian, pemerintah tidak ingin mengabaikan potensi risiko yang dapat ditimbulkan apabila kondisi tersebut benar-benar terjadi.
"Hal yang juga sangat mengkhawatirkan adalah saya rapat dengan BMKG. BMKG berkesimpulan bahwa Kota Bandung di masa kemarau yang anomali ini, kemungkinan terjadi peningkatan hujan yang tiba-tiba tinggi itu rendah," ujar Farhan, Senin 6 Juli 2026.
Meski peluangnya hanya sekitar enam persen, Farhan menegaskan dampaknya bisa sangat besar apabila hujan ekstrem benar-benar terjadi. Menurutnya, curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah yang memiliki sistem drainase kurang optimal.
"Tetapi bukan tidak mungkin terjadi, ada sekitar 6 persen kemungkinan terjadi. Tetapi apabila 6 persen itu terjadi maka akan terjadi banjir yang luar biasa," katanya.
Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Pemkot Bandung bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus melakukan inspeksi lapangan ke berbagai wilayah. Fokus utama kegiatan tersebut adalah memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik sehingga mampu mengalirkan air secara maksimal ketika hujan deras turun.
"Maka antisipasinya sekarang adalah saya sama DSDABM lagi keliling ke seluruh wilayah untuk membereskan berbagai macam drainase," tegasnya.
Selain pembenahan drainase, Pemkot Bandung juga terus memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi dengan BMKG. Pemerintah berharap langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat mengurangi risiko banjir sekaligus meminimalkan dampak yang mungkin terjadi apabila hujan ekstrem turun di tengah musim kemarau.
Farhan pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
" Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi potensi banjir, khususnya saat cuaca tidak menentu akibat anomali iklim yang terjadi tahun ini," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....