KPPN Garut Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Organik Terpadu
- 06 Jul 2026 17:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut – Persoalan sampah masih menjadi salah satu isu lingkungan yang memerlukan penanganan berkelanjutan di Kabupaten Garut. Dengan produksi sampah yang diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton per hari dan didominasi sampah organik, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah, mulai dari peningkatan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hingga mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Di tingkat nasional, pemerintah juga memperkuat kebijakan pengelolaan sampah melalui Program Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai bagian dari strategi mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
Mendukung upaya tersebut, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Garut menginisiasi sistem pengelolaan sampah organik terpadu di lingkungan perkantoran. Program ini menjadi wujud komitmen KPPN Garut dalam membangun budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan, sekaligus menciptakan lingkungan kantor yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah organik secara mandiri.
Suasana hijau langsung terasa saat memasuki kawasan KPPN Garut. Pepohonan yang rindang, taman yang tertata rapi, serta lingkungan kantor yang bersih memberikan kesan nyaman bagi setiap pegawai maupun masyarakat yang datang memperoleh layanan. Dari udara, kawasan kantor tampak asri dengan dominasi ruang terbuka hijau yang terawat.
Kepala KPPN Garut, Budi Lesmana, menyampaikan bahwa budaya menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. "Lingkungan kerja yang bersih dan sehat tidak tercipta dengan sendirinya. Di KPPN Garut, pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung pelayanan kepada masyarakat." Jelas Budi, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, setiap aktivitas perkantoran menghasilkan sampah organik maupun anorganik. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi beban bagi lingkungan. Oleh karena itu, seluruh pegawai dibiasakan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya agar proses pengolahan menjadi lebih efektif. Sampah anorganik dikumpulkan untuk didaur ulang, sedangkan sampah organik dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan menjadi pupuk organik.
Dedaunan, rumput, dan ranting hasil pemeliharaan taman tidak lagi dibuang ke tempat pembuangan akhir. Seluruh material tersebut terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin pencacah hingga berukuran lebih kecil sehingga lebih mudah diolah.
Selanjutnya, sampah organik yang telah dicacah dimasukkan ke dalam komposter serta dimanfaatkan sebagai pakan bagi cacing tanah dalam sistem vermicomposting. Melalui proses alami tersebut, limbah organik secara bertahap terurai menjadi kascing atau kotoran cacing yang memiliki kandungan unsur hara tinggi dan sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Kascing yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan KPPN Garut. Siklus tersebut menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, di mana limbah organik kembali menjadi sumber kehidupan bagi tanaman.
Selain menghasilkan pupuk organik berkualitas, sistem ini juga mampu mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Semakin banyak sampah yang dapat diolah di lingkungan kantor, semakin kecil beban yang ditanggung oleh sistem persampahan daerah.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari skala besar. Melalui perubahan kebiasaan, pemanfaatan teknologi sederhana, serta keterlibatan seluruh pegawai, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari budaya organisasi.
Langkah yang dilakukan KPPN Garut diharapkan dapat menginspirasi satuan kerja pemerintah maupun masyarakat luas untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya. Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Garut, setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Melalui inovasi pengelolaan sampah organik terpadu, KPPN Garut membuktikan bahwa pelayanan publik yang berkualitas dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang semula dianggap sebagai limbah kini berubah menjadi pupuk organik yang menyuburkan taman, memperindah lingkungan kantor, dan menjadi bagian dari kontribusi nyata menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....