Wakil Wali Kota Bandung Akui Jarang Dilibatkan Program Strategis Oleh Wali Kota

  • 06 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku selama ini belum banyak dilibatkan dalam pembahasan berbagai program strategis Pemerintah Kota Bandung. Pernyataan tersebut disampaikannya usai polemik hukum yang sempat menjerat namanya dinyatakan selesai.

‎Erwin mengatakan dirinya belum pernah diajak membahas sejumlah agenda penting pemerintahan, mulai dari pergeseran anggaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perubahan anggaran, program kerja pemerintah, hingga rotasi dan mutasi pejabat.

‎‎"Terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh Wali Kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, sampai rotasi dan mutasi, saya belum pernah diajak. Terakhir saya hanya diajak rapat pimpinan, itu pun saya tidak banyak bicara," ujar Erwin.

Saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin 6 Juli 2026,


‎Meski demikian, Erwin berharap hubungan kerja dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dapat kembali berjalan lebih baik. Ia mengaku siap menjalankan tugas dan berbagi peran demi kepentingan masyarakat Kota Bandung.

‎‎"Mudah-mudahan dengan beresnya persoalan ini saya bisa kembali bersinergi dengan Bapak Wali Kota Bandung. Saya siap berbagi tugas, tentu tergantung kebijakan Pak Wali," katanya.

‎‎Erwin menegaskan dirinya tetap menjalankan fungsi sebagai Wakil Wali Kota, khususnya dalam aspek evaluasi dan pengawasan. Namun, karena tidak dilibatkan dalam pembahasan program, ia mengaku belum mengetahui perkembangan berbagai kebijakan maupun pelaksanaan program Pemerintah Kota Bandung.

‎‎"Saya tetap punya fungsi evaluasi dan pengawasan. Tetapi kalau bicara program-program di Kota Bandung, terus terang saya tidak tahu karena memang tidak pernah diajak. Jadi saya bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi saya," ujarnya.

‎‎Ia juga mengungkapkan bahwa sejak dilantik sebagai Wakil Wali Kota, intensitas pertemuan dengan Wali Kota sangat terbatas. Menurutnya, keterlibatannya dalam penyusunan maupun pembahasan program pembangunan juga masih minim.

‎‎"Sebenarnya setelah dilantik hanya beberapa kali pertemuan. Saya juga belum pernah dilibatkan terkait program-program di Kota Bandung," ucapnya.

‎‎Erwin mengatakan dirinya ingin memastikan seluruh janji politik yang disampaikan saat Pilkada dapat direalisasikan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun hingga kini, ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai sejauh mana pelaksanaannya.

‎‎"Saya ingin mengawal janji politik kepada masyarakat agar berjalan sesuai RPJMD. Tetapi sampai sekarang saya juga belum mengetahui perkembangannya karena belum pernah diajak membahas program kerja," katanya.

‎‎Terkait komunikasi dengan Wali Kota, Erwin menyebut hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan selain pertemuan singkat saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu.

‎‎"Sampai saat ini saya belum komunikasi lagi. Terakhir hanya sempat berbincang sebentar setelah rapat pimpinan," ucapnya.

‎‎Meski mengaku kecewa dengan kondisi tersebut, Erwin menegaskan dirinya tetap menghormati pimpinan dan siap menjalankan setiap penugasan yang diberikan.

‎‎"Saya prinsipnya sami'na wa atha'na kepada pimpinan. Apa pun keinginan pimpinan, saya akan ikut," katanya.

‎‎Erwin juga mengaku pernah menyampaikan langsung kepada Wali Kota mengenai pentingnya hubungan harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ia mengutip ayat Al-Qur'an yang menggambarkan hubungan suami dan istri sebagai pasangan yang saling melengkapi.

‎‎"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Wali bahwa wali kota dan wakil wali kota itu harus saling melengkapi. Harapan saya, kita bisa bekerja bersama demi masyarakat," tuturnya.

‎‎Mengenai dukungan politik, Erwin mengatakan partainya tetap memberikan dukungan penuh atas kondisi yang dihadapinya. Ia menyebut selama 15 tahun memimpin partai di Kota Bandung telah membawa berbagai pencapaian politik, sehingga tetap optimistis hubungan internal pemerintahan dapat diperbaiki.

‎‎"Kalau bicara menyesal, tentu bisa saja ada rasa seperti itu. Tetapi saya yakin ini bagian dari proses. Mudah-mudahan ke depan kita bisa kembali guyub dan berkolaborasi. Bagaimanapun saya ini seorang wakil yang memiliki tugas mewakili, hanya saja saat ini saya memang jarang diberikan tugas oleh Pak Wali," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....