Hadapi Kemarau Panjang, Petani di Binong Subang Tidak Khawatir Kekurangan Air

  • 06 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Sebagian besar petani di Kecamatan Binong Kabupaten Subang, tidak khawatir menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026. Hal itu disebabkan areal pertanian di wilayah tersebut, masih dialiri air dari Sungai Tarum Timur, sehingga pasokan tetap terjaga.

"Untuk wilayah Binong yang dilalui aliran Tarum Timur, kami tidak terlalu khawatir kekurangan air, meskipun kemarau panjang," ujar Ahmad Rifai, petani asal Binong kepada RRI di Subang, Senin 6 Juni 2026.

Saat ini, sebagian besar petani di Kecamatan Binong, baru memasuki tahap pengolahan lahan dan penyemaian benih. Kondisi tersebut, dinilai masih aman, karena curah hujan dan debit air irigasi, belum mengalami penurunan yang signifikan.

"Hari ini sebagian besar petani di Binong, baru mengolah lahan dan menyemai benih, jadi belum terdampak kemarau," ungkapnya.

Berbeda dengan Binong, petani di Kecamatan Cipunagara dan Pagaden, dipastikan akan mengalami kesulitan air saat kemarau melanda. Pasalnya, aliran air dari Sungai Tarum Timur tidak sampai ke areal pertanian, di kedua kecamatan tersebut.

"Untuk Cipunagara dan Pagaden, hampir pasti akan kekeringan saat kemarau panjang, karena air dari Tarum Timur tidak sampai ke sana," kata Ahmad Rifai.

Pemerintah daerah diharapkan, dapat segera mencari solusi alternatif, untuk mencukupi kebutuhan air di Cipunagara dan Pagaden. Upaya tersebut penting, agar produksi pertanian tetap stabil, dan ketahanan pangan di Kabupaten Subang tidak terganggu.

"Kami berharap ada solusi untuk daerah yang tidak teraliri Tarum Timur, agar pertanian tetap bisa berjalan saat kemarau," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....