Ketua Harian PA GMNI Jabar Pamriadi: Tolak Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat

  • 04 Jul 2026 13:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pamriadi sebagai Ketua Harian PA GMNI mengkritik usulan pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda. Pamriadi menjelaskan bahwa pergantian nama ini tidak memuat pertimbangan yang komprehensif atas wilayah-wilayah yang sejatinya tidak semua di tempati oleh orang Sunda.

"Pergantian nama ini justru rentan mengkanalisai kesukuan yang telah datang dan menetap di Jawa Barat. Jawa Barat ini adalah wilayah yang heterogen dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,"ujar Pamriadi Sabtu 4 Juli 2026.

Ia juga mengatakan, perubahan nama Jawa Barat akan membutuhkan biaya cukup besar, terkait administrasi masyarakat, salah satunya KTP. Sementara kondisi anggaran Jawa Barat yang mengalami defisit 5,7 T tidak selaras dengan kebutuhan akibat dari perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

"Karena kemudian seluruh identitas masyarakat Jawa Barat harus dirubah ketika ini sah, contohnya KTP dan lainnya yang menggunakan nama Jawa Barat dan ini membutuhkan anggaran yang sangat luar biasa besarnya. Ini merupakan sesat berfikir yang akan sulit dipertanggung jawabkan dan dilaksanakan",jelas dia.

Pamriadi juga meminta agar Gubernur dan DPRD Jabar jangan gegabah mengubah nama Provinsi Jawa Barat demi terjaganya rasa nasionalisme di dalam masyarakat. " Sepatutnya Gubernur dan DPRD Jawa Barat jangan gegabah ingin merubah nama Jawa Barat hanya karna satu orang akademisi, justru lebih baik agar membentuk tim yang terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari akademisi dan elemen masyarakat dari berbagai kelompok yang lahir sudah berdomisili turun temurun di Jawa Barat .

Mengingat, Jawa Barat banyak dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah lainnya di indonesia yang telah berdomisili di Jawa Barat. Pamriadi juga menyinggung akademisi tersebut mengetahui dan memahami atau tidak bahwa Jawa Barat sedang mengalami defisit anggaran 5,7 triliun.

Sedangkan akibat dari perubahan nama tersebut pasti akan berimbas terhadap kebutuhan anggaran yang sangat besar luar biasa "Saya jadi heran dan bertanya ada apa ini??” lungkas Pamriadi yang Juga ketua Yayasan Putra Nasional Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....