Bahan Bakar Minyak Jadi Penyumbang Inflasi Jabar Juni 2026

  • 04 Jul 2026 12:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green 95, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Jawa Barat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat inflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,28 persen. Komoditas bensin menjadi penyumbang terbesar terhadap laju inflasi di daerah tersebut.

‎Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyebut kenaikan harga BBM memberikan andil signifikan terhadap inflasi bulan Juni. ‎“Andil inflasinya cukup besar pada kelompok komoditas bensin, yakni mencapai 0,21 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Sabtu 4 Juli 2026.

‎Selain BBM, faktor cuaca juga turut memengaruhi kenaikan harga sejumlah bahan pangan. Memasuki musim kemarau, pasokan beberapa komoditas hortikultura mulai menurun. ‎Menurut BPS, sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih, beras, dan tomat ikut memberikan kontribusi terhadap inflasi meski dalam porsi lebih kecil.

‎“Terlihat komoditas seperti bawang merah mengalami kenaikan dengan andil 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen, serta beras dan tomat masing-masing 0,01 persen,” jelasnya. Selain itu, pergerakan harga global dan fluktuasi nilai tukar rupiah juga ikut memberi tekanan terhadap harga sejumlah komoditas, termasuk minyak goreng kemasan yang terdampak kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO).

‎"Ini membuat harga minyak goreng dalam kemasan mengalami kenaikan di Jawa Barat. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih belum stabil menyebabkan harga komoditas pangan berbasis impor seperti bawang putih turut naik" Pungkasnya

‎BPS menegaskan kombinasi faktor energi, pangan, dan eksternal menjadi pemicu utama inflasi Jawa Barat pada periode tersebut

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....