Antisipasi Kekeringan, DKPP Kota Bandung Siapkan Pompa Air

  • 02 Jul 2026 14:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyiapkan puluhan pompa air untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada lahan pertanian selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketersediaan pangan di Kota Bandung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Ir. Gin Gin Ginanjar, M.Eng., mengatakan meski Kota Bandung bukan daerah produsen pertanian, lahan sawah yang masih tersisa tetap memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan pompa air untuk memenuhi kebutuhan irigasi pada lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan. "Kota Bandung menjadi salah satu kota yang sudah mengantisipasi dampak kekeringan, salah satunya dengan menyiapkan pompa-pompa air karena karakteristik sawah di Kota Bandung sebagian besar masih mengandalkan hujan," ujarnya saat siaran di Pro 1 RRI Bandung, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, DKPP telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Dari 18 kecamatan di Kota Bandung, terdapat enam kecamatan yang diprioritaskan karena dinilai lebih rentan terhadap berkurangnya ketersediaan air.

Enam kecamatan tersebut meliputi Cibiru, Gedebage, Panyileukan, Cinambo, sebagian Buahbatu, dan Arcamanik. Saat ini DKPP memiliki 29 unit pompa air yang akan dipinjamkan secara bergilir sesuai tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

Selain menyiapkan sarana irigasi, DKPP juga melibatkan kelompok tani dalam pengelolaan pompa air melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Kelompok tani di setiap wilayah akan mengkoordinasikan peminjaman alat agar penyalurannya berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya untuk mengurangi risiko kerugian yang dialami petani selama musim kemarau. "Kami juga mendorong normalisasi irigasi, perbaikan sungai, menyiapkan asuransi usaha tani padi, serta membuka pos pengaduan di beberapa wilayah agar penyuluh dapat bergerak cepat ketika petani menghadapi kendala di lapangan," katanya.

DKPP juga mengimbau petani untuk menggunakan benih padi yang toleran terhadap kekeringan serta menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim di masing-masing wilayah. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian meskipun menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....