BPBD Kota Bandung Petakan 9 Kecamatan Rawan Kekeringan
- 02 Jul 2026 14:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mulai melakukan pendataan awal terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan seiring memasuki musim kemarau. Hasil pemetaan sementara menunjukkan terdapat sekitar sembilan kecamatan yang memiliki potensi mengalami dampak kekeringan, meski tidak seluruh wilayah di kecamatan tersebut terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh kewilayahan agar segera melaporkan apabila ditemukan potensi maupun kejadian kekeringan di wilayahnya.
"BPBD sudah menyebarkan surat ke wilayah untuk melakukan pendataan awal terkait potensi wilayah yang kemungkinan akan terdampak serta warga yang berpotensi terdampak," ujar Amires, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pendataan tersebut masih bersifat pemetaan potensi sehingga belum dapat dipastikan seluruh wilayah yang masuk dalam daftar akan mengalami kekeringan. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar sembilan kecamatan dengan total 12 kelurahan yang dinilai memiliki potensi terdampak.
"Ini baru potensi, bukan berarti seluruh kecamatan atau seluruh wilayah di dalamnya pasti mengalami kekeringan. Pendataan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi dampak di lapangan," katanya.
BPBD juga meminta aparat kewilayahan segera melaporkan apabila terdapat warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi BPBD untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Kota Bandung telah berkoordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih apabila sewaktu-waktu diperlukan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dan beberapa stakeholder lainnya sebagai persiapan apabila nanti dibutuhkan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat," ungkapnya.
Meski telah menerima laporan potensi kekeringan dari sejumlah wilayah, hingga saat ini BPBD memastikan belum ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
Menurutnya, dampak utama musim kemarau umumnya berupa kebakaran hutan dan lahan serta kekurangan air bersih. Namun, karena Kota Bandung memiliki kawasan hutan dan lahan yang relatif terbatas, fokus utama mitigasi diarahkan pada potensi krisis air bersih.
"Kami lebih mengantisipasi dampak kekurangan air bersih. Sampai sekarang belum ada laporan warga yang membutuhkan bantuan air bersih, tetapi seluruh persiapan sudah kami lakukan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....