HUT Bhayangkara ke-80: Polisi Dekat dengan Generasi Muda, Humanis untuk Masyarakat

  • 30 Jun 2026 17:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jawa Barat, untuk menegaskan komitmen pengabdian kepada masyarakat. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menekankan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar bukan sekadar seremonial, melainkan wadah kebersamaan dan ruang kreatif bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Hendra, terdapat 24 jenis lomba yang digelar dalam rangkaian HUT Bhayangkara kali ini. “Titik tekan kami adalah bagaimana melibatkan generasi muda, atau yang kami sebut Gen-Z. Ada tiga lomba utama yang menyasar mereka, salah satunya Turnamen Nasional Mobile Legends yang sudah berjalan di berbagai Polres,” ujarnya seusai dialog di RRI Bandung, Selasa 30 Juni 2026.

Para pemenang tingkat Polres itu lanjut Hendra, akan disaring di Polda, sebelum akhirnya dikirim ke Mabes Polri. Tak tanggung-tanggung, dalam turnamen tersebut, Polri menyiapkan hadiah yang mencapai lebih dari 500 juta Rupiah.

“Ini bentuk pembinaan sekaligus wadah penyaluran hobi anak-anak muda. Dengan begitu, mereka punya ruang positif untuk berkembang,” tambah Hendra.

Selain e-sport, lomba Konten Kreator juga menjadi magnet tersendiri, menjaring karya kreatif dari pelajar SMP hingga mahasiswa. Tema yang diangkat pun relevan dengan isu sosial, seperti kebisingan knalpot, bahaya judi online, dan narkoba.

Tidak cukup sampai disitu, dalam semarak HUT Bhayangkara ke-80, lomba stand-up comedy juga dibuka untuk mengkritisi kepolisian dengan cara yang segar. “Kami tidak anti kritik. Justru kami membuka ruang agar masyarakat, khususnya anak muda, bisa menyampaikan pandangan mereka dengan cara kreatif,” kata Hendra.

Dalam perlombaan tersebut, Hendra menemukan kisah kisah menarik yang disampaikan oleh para peserta stand up comedian, Salah satu cerita yang muncul adalah pengalaman masyarakat yang sempat mengira pembagian takjil oleh polisi sebagai operasi lalu lintas.

“Itu menunjukkan masih ada rasa was-was, tapi juga jadi bahan refleksi bagi kami,” ungkapnya.

Selain lomba, Polda Jabar juga menggelar bazar UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat. Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) turut dijalankan, memberikan bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tapi juga sebagai bagian dari solusi sosial,” jelas Hendra.

Tak berhenti di situ, kepolisian juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Bantuan diberikan kepada petani jagung dan komoditas lain yang kesulitan pemasaran. “Kalau pemasukan tidak ada, tentu sulit. Maka kami hadir untuk membantu,” katanya. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi sorotan, mulai dari isu benih lobster hingga kebersihan ruang publik. “Generasi muda kritis soal lingkungan, dan kami harus responsif,” tegasnya.

Hendra menekankan bahwa fokus pada Gen-Z bukan tanpa alasan. “Mereka kritis, labil, dan butuh ruang. Kalau tidak tersalurkan, bisa lari ke hal-hal negatif. Maka kami hadir untuk menampung aspirasi dan bakat mereka,” ujarnya. Ia menambahkan, kepolisian juga memikirkan warisan bagi generasi mendatang, termasuk menjaga kelestarian hutan dan laut.

“Kami ingin masyarakat menilai kami dengan baik, memberi masukan yang konstruktif. Tugas pokok kami tetap melindungi dan mengayomi. Kalau ada yang kurang tepat, silakan kritik. Kami terbuka untuk itu,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....