Dinkes Jabar Dukung Pembentukan Perda OPSM, Vini Ungkap Alasannya
- 29 Jun 2026 12:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Peningkatan kasus HIV di Jawa Barat menjadi peringatan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat sejak awal kehidupan, bukan ketika persoalan sudah memasuki tahap penanganan medis. Kondisi tersebut memperkuat urgensi pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Orientasi dan Perilaku Seksual Menyimpang (OPSM) sebagai instrumen pencegahan yang lebih komprehensif.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, mengungkapkan hasil skrining yang dilakukan terhadap ibu hamil dan kelompok rentan menunjukkan tren kenaikan kasus HIV dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 240 ribu orang yang diperiksa pada 2024, ditemukan sekitar 4.000 kasus, dengan hampir 2.000 di antaranya berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).
"Kita setiap tahun mengadakan skrining kepada ibu hamil dan kelompok rentan. Kurang lebih ada sekitar 240 ribu yang kita skrining. Hasilnya sekitar 4.000 kasus pada tahun 2024, dan hampir sekitar 2.000 berasal dari LSL," kata Vini, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia menambahkan jumlah temuan kini rata-rata mencapai sekitar 5.000 kasus setiap tahun, meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 1.000 kasus. Selain itu, sekitar 700 ibu hamil juga dinyatakan positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan.
"Hari ini rata-rata sudah sekitar 5.000 kasus per tahun. Padahal tahun-tahun sebelumnya sekitar 1.000. Jadi memang meningkat," ujarnya.
Menurut Vini, tingginya angka tersebut menunjukkan pendekatan kesehatan tidak dapat menjadi satu-satunya solusi. Ia menilai pencegahan harus dimulai jauh sebelum seseorang memasuki fase berkeluarga karena ketika kasus sudah ditangani Dinas Kesehatan, intervensi sebenarnya telah terlambat.
"Kalau Dinas Kesehatan itu adalah pemadam kebakarannya. Jadi kalau berbicara kepada Dinas Kesehatan itu sudah terlambat sebetulnya. Walaupun ini bukan gangguan jiwa, tapi ini adalah masalah kesehatan jiwa yang tentu sangat dipengaruhi oleh bagaimana manusia itu tumbuh," ucap Vini.
Ia menjelaskan pembentukan karakter berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia remaja. Kesiapan calon orang tua, pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, pendidikan sosial, serta pemahaman kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dalam membangun kualitas manusia.
"Sejak mau nikah, mau punya anak, harus tahu kalau punya anak itu makan harus baik. Pada masa balita diberikan ASI eksklusif supaya ada bonding. Setelah itu masa PAUD diajarkan sosialisasi, bukan baca tulis. SMP mulai masa reproduksi, mana yang sehat mana yang tidak. alau ditanya sejak kapan mencegahnya? Sejak dini, sejak mau nikah," tuturnya.
Vini menilai persoalan tersebut akan semakin kompleks di tengah derasnya pengaruh digitalisasi apabila pembangunan karakter diabaikan. Karena itu, ia mengingatkan pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia.
"Kalau ditanya berapa besar masalah ini, besar sekali. Ketika makin hari kita makin terdampak oleh digitalisasi. Mari kita bangun peradaban dimulai dari kita sendiri. Karena kalau sudah sampai Dinas Kesehatan itu sudah terlambat," tegas Vini.
Ia juga mengaitkan pentingnya pembangunan karakter dengan konsep Panca Waluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, fondasi karakter telah dibentuk sejak dini sehingga harus menjadi perhatian bersama.
"Karakter itu sudah terbentuk dari awal, bahkan sejak dalam kandungan. Makanya mari kita bangun peradaban. Kalau hanya membangun gedung-gedung tinggi tanpa membangun manusianya, akhirnya tidak akan menyelesaikan persoalan," ucapnya.
Atas dasar itu, Vini mendukung pembahasan Perda OPSM yang sedang berlangsung di DPRD Jawa Barat sebagai salah satu upaya memperkuat pencegahan melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya sektor kesehatan.
"Karena siapa lagi yang bergerak. DPRD sebagai perwakilan rakyat memperlihatkan bahwa memang rakyat harus dibela. Masalah ini dari rakyat juga, jadi semuanya harus kompak," pungkas Vini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....