LDI Jawa Barat 2026 Seleksi Debater Terbaik menuju NSDC Nasional

  • 28 Jun 2026 21:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Sebanyak 81 pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat mengikuti Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar secara daring pada 27–28 Juni 2026. Pusat pelaksanaan kegiatan berada di SMAN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ajang ini menjadi tahapan penting dalam menjaring tim terbaik yang akan mewakili Jawa Barat pada National Schools Debating Championship (NSDC) 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September 2026.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ai Nurhasan, mengatakan kompetisi debat tidak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga media pembentukan karakter dan penguatan kompetensi abad ke-21 bagi peserta didik.

"Melalui debat, siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyampaikan gagasan secara efektif. Keterampilan tersebut sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat maupun menghadapi tantangan global," ujarnya, Minggu 28 Juni 2026.

Ketua Panitia NSDC Tingkat Provinsi Jawa Barat, Kiki Nurmawansah, menjelaskan bahwa LDI merupakan bagian dari program pembinaan talenta di bidang debat bahasa Inggris.

Menurutnya, seleksi ini bertujuan memilih peserta terbaik yang akan membawa nama Jawa Barat di tingkat nasional sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, memperkuat budaya berpikir kritis, dan menanamkan semangat kompetisi yang sehat.

"Selain menghasilkan wakil terbaik untuk NSDC, kami juga ingin membangun karakter peserta melalui sportivitas dan kemampuan berargumentasi yang berkualitas," katanya.

Peserta berasal dari SMA, MA, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat yang sebelumnya telah lolos seleksi di tingkat kabupaten dan kota. Rangkaian kegiatan meliputi technical meeting, babak penyisihan, semifinal, final, hingga penetapan juara.

Bagi peserta, kompetisi ini bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan mengasah kemampuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa kelas XI SMA Al Irsyad Satya, Adlin Shiddiq, mengaku pengalaman berorganisasi menjadi awal ketertarikannya pada dunia debat.

"Ini pertama kali saya mengikuti lomba debat. Dari pengalaman di organisasi sekolah, saya menyadari memiliki kemampuan menyampaikan argumen. Ternyata debat sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sementara itu, Alifia Althafunissa, yang sebelumnya aktif dalam kegiatan Model United Nations (MUN), menilai kemampuan berpikir kritis dan tetap tenang menjadi modal utama dalam debat parlementer.

"Debat parlementer bersifat impromptu sehingga kami harus siap menghadapi berbagai isu dan situasi. Karena itu, critical thinking, kreativitas, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan sangat penting," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Khalisa Lutfiya Aiko, siswi kelas XI SMAN 1 Lembang. Ia mengatakan persiapan menghadapi kompetisi dilakukan dengan memperbanyak membaca isu-isu terkini sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.

"Public speaking sangat penting dalam debat. Selain itu, kami harus mampu membandingkan argumen sendiri dengan argumen lawan agar bisa memberikan sanggahan yang tepat," katanya.

Menurut Aiko, nilai terbesar dari mengikuti kompetisi debat adalah kesempatan bertukar pandangan dengan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.

"Yang paling berharga adalah kami bisa belajar dari banyak perspektif berbeda. Pengalaman itu membuat cara berpikir kami menjadi lebih terbuka," jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....