Kemeriahan Piala Kapolrestabes Bandung 2026 Hadirkan 1.000 Kicaumania

  • 28 Jun 2026 14:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sekitar 1.000 pencinta burung berkicau dari berbagai wilayah di Jawa Barat memadati ajang Pakuan Bhayangkara Piala Kapolrestabes Bandung 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara. Kegiatan yang digelar Polrestabes Bandung ini berlangsung pada Minggu 28 Juni 2026.

Kabagops Polrestabes Bandung, Kombes Pol Asep Syaifudin, mengatakan peserta berasal dari 20 komunitas burung berkicau dan akan bersaing pada 12 kelas yang dipertandingkan. Panitia menyediakan total hadiah senilai Rp93 juta, empat unit sepeda motor, trofi, piagam penghargaan, serta sejumlah doorprize.

"Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergitas antara masyarakat dengan Polrestabes Bandung sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Bandung. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar komunitas kicaumania sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif melalui dunia burung berkicau," ujar Asep.

Berbeda dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polrestabes Bandung membangun kedekatan dengan masyarakat melalui wadah yang diminati komunitas. Penyelenggaraan tahun ini merupakan kali ketiga lomba burung berkicau digelar dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Lomba ini juga menjadi ruang bagi para penghobi untuk menunjukkan kualitas burung peliharaannya.

"Pada peringatan HUT Bhayangkara ke-80, kami kembali menggelar Piala Kapolrestabes Bandung. Ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri bagi masyarakat, khususnya komunitas pencinta burung berkicau di Kota Bandung," kata Dedi.

Menurutnya, kompetisi itu tidak hanya menjadi ajang adu kualitas kicauan burung, tetapi juga diharapkan memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi yang berkaitan dengan hobi tersebut.

Untuk menjaga kredibilitas perlombaan, panitia menunjuk 14 juri nasional dari Radja Garuda Nusantara. Dedi meminta seluruh juri menjalankan tugas secara profesional dan objektif agar seluruh peserta memperoleh penilaian yang adil.

"Saya berharap proses penjurian dilakukan secara profesional dan objektif sehingga dapat meminimalkan protes dari peserta. Dengan begitu perlombaan dapat berlangsung tertib, meriah, dan penuh kegembiraan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....