Pelatihan 165 PSM Jadi Langkah Dinsos KBB Perkuat Perlindungan Sosial

  • 27 Jun 2026 18:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Profesi Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Kegiatan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diikuti sebanyak 165 PSM dari berbagai desa di Kabupaten Bandung Barat.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama berlangsung secara daring pada 24 hingga 25 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 26 dan 27 Juni 2026. Metode ini diterapkan agar peserta memperoleh pemahaman teori sekaligus penguatan praktik dalam menjalankan tugas di lapangan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Idad Saadudin, mengatakan peningkatan kapasitas PSM merupakan langkah penting untuk menjawab berbagai tantangan penanganan masalah sosial di tingkat desa. Menurutnya, PSM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan teknis para PSM agar semakin terampil dalam melakukan asesmen kebutuhan, validasi data, serta memetakan berbagai persoalan sosial di desa masing-masing," ujar Idad, dalam keterangannya, Jumat 26 Juni 2026.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat fungsi PSM sebagai fasilitator yang mampu menjembatani masyarakat dengan pemerintah. Dinas Sosial berharap koordinasi antara PSM, pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten semakin efektif sehingga penanganan persoalan sosial dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Materi yang diberikan berasal dari Direktorat Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kemensos RI, Pusdiklat Pengembangan Profesi Kemensos RI, serta tenaga ahli dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat. Para peserta dibekali materi mengenai pendataan sosial, validasi penerima bantuan, pendampingan masyarakat, hingga penguatan jejaring kerja antarinstansi.

Idad berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke wilayah tugas masing-masing. "Kami berharap para PSM mampu membawa perubahan nyata di desa. Data yang akurat akan memudahkan penyaluran bantuan tepat sasaran, sementara sinergi yang kuat akan mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat," jelasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....