“Pesta Patok” Kontes Ternak Pendorong Kesejahteraan Peternak
- 27 Jun 2026 14:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Para peternak domba dan kambing mengikutsertakan ternaknya dalam kegiatan “Pesta Patok” di lapangan upacara Pemkab Tasikmalaya, Sabtu 27 Juni 2026. Ratusan domba dan kambing tampil rapi, mengikuti kontes ternak bergengsi di Tasikmalaya ini.
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT Kabupaten Tasikmalaya ke 394 dan HUT Bhayangkara ke 80 ini, juga bertujuan
menaikkan pamor sekaligus harga ternak lokal. Data panitia kegiatan, sedikitnya 473 hewan ternak dalam kegiatan itu didaftarkan secara daring. Sedangkan, selain mendaftar secara daring, 313 ekor domba dan 23 ekor kambing yang datang dari berbagai kecamatan, didaftarkan secara langsung di tempat.
Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya Asep Yudha Adikara mengatakan, “Pesta Patok” bukan sekadar kontes kecantikan ternak. Melainkan meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan peternak.
Ia mengatakan, di Tasikmalaya sendiri, ada dua klasifikasi peternak. Ada peternak domba dan kambing konsumsi, ada juga yang ternak untuk seni budaya, seperti kontes ternak dan ketangkasan domba.
*kalau kontes, juaranya bisa dihargai ratusan juta,” ucapnya.
Asep juga mengatakan, dampak ternak yang menang di “Pesta Patok”, harga ternaknya bisa melambung tinggi. "Kalau juara, harga jualnya menjadi tinggi. Tapi yang paling penting, adalah peternak bisa mendapat pengetahuan mengurus ternak yang baik,” ujarnya.
Hal ini dirasakan peternak yang mengikuti “Pesta Patok”. Peternak mengakui setelah mengikuti ini harga ternaknya menjadi naik.
"Saya rutin ikut kontes. Setelah ikut ini, harga ternak jadi naik. Apalagi kalau juara nilainya bisa sampai ratusan juta. Pembeli puas membeli ternak juara,” kata Abah Yana, peternak dari Cipatujah.
Sementara itu, setelah melihat animo peternak dalam “Pesta Patok”, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengaku kaget dengan potensi peternakan di daerahnya.
"Selain dianugerahi alam yang indah, sumber daya manusia, komoditas yang melimpah termasuk sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan serta pariwisata budaya. Ternyata, ada populasi domba, yang jumlahnya mencapai 164 ribu ekor. Ini partisipasi masyarakat peternak domba kelompok ternak HPDKI dan pengusaha juga pemerintah," katanya.
“Tidak hanya melestarikan budaya, kegiatan ini juga meningkatkan kualitas peternak dan perekonomian peternak juga,” ujarnya.
Sedangkan Wakapolres Tasikmalaya Kompol Asep Muslihat yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, Polri memastikan komitmen pengamanan. Terutama, dalam meminimalisir pencurian hewan ternak.
"Angka 80 adalah tantangan untuk mengabdi, mengayomi dan melindungi masyarakat. Kami pastikan kami akan bertugas untuk meminimalisir pencurian ternak, yang menjadi salah satu fungsi kami," ujarnya.
Sementara “Pesta Patok” kali ini, mempertandingkan tujuh kategori. Mulai dari “Raja Kasep” untuk domba jantan paling gagah, “Ratu Bibit” untuk indukan unggul, “Kambing Ekstrim”, “Raja Pedaging Campuran Ekstrim”, hingga “Raja Petet”. Penilaian dilakukan juri dari HPDKI Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran.
Para pemenang Pesta Patok berhak membawa pulang trofi dan uang pembinaan, dari tujuh kategori yang dilombakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....