Troyadi Dukung Dicky Cup Berkelanjutan Dorong Pembinaan Tenis Meja Kota Bandung

  • 27 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kejuaraan Dicky Cup 4 Turnamen Double Kategori 20, 21, dan 22 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026 di ITC Kota Bandung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya penghobi tenis meja sekaligus Penasehat PTMSI Kota Bandung, Troyadi Ginanda Lukas, S.Sos.

Menurut Troyadi, penyelenggaraan Dicky Cup menjadi bukti bahwa olahraga tenis meja di Kota Bandung memiliki perkembangan yang positif, khususnya di kalangan penghobi. Ia menilai turnamen tersebut mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi para pecinta tenis meja untuk terus aktif berolahraga.

“Saya sangat apresiasi, khususnya kepada panitia dan Pak Dicky sebagai inisiator turnamen ini. Ini memang kelas penghobi, karena animo penghobi tenis meja sangat banyak dan luar biasa,” ujar Troyadi.di ITC Kota Bandung, Sabtu 27 Juni 2026.

Ia mengatakan, saat ini hampir setiap pekan terdapat kegiatan turnamen tenis meja di berbagai wilayah. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga tenis meja memiliki basis masyarakat yang kuat dan terus berkembang di Kota Bandung.

“Sekarang hampir setiap minggu ada saja turnamen. Ini sangat bagus dan positif, karena olahraga tenis meja semakin diminati masyarakat,” katanya.

Troyadi juga mengapresiasi perjalanan Dicky Cup yang sudah memasuki penyelenggaraan keempat. Ia berharap turnamen tersebut dapat terus berjalan secara konsisten dan menjadi salah satu agenda rutin yang mendukung perkembangan tenis meja di Kota Bandung.

“Saya dengar Dicky Cup ini sudah yang keempat. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut, bisa menjadi kalender kegiatan PTMSI dan terus berkembang ke depannya,” ungkapnya.

Menurut Troyadi, potensi penghobi tenis meja di Bandung sangat besar. Bahkan, hampir setiap lingkungan masyarakat sudah memiliki komunitas tenis meja yang aktif bermain dan berlatih bersama.

“Kalau kita lihat, sekarang mungkin setiap RW ada kegiatan tenis meja. Ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kota Bandung memiliki banyak pemain berpengalaman yang pernah tampil di berbagai level kompetisi, mulai dari daerah hingga nasional. Namun karena faktor usia, sebagian dari mereka kini memilih bermain di kategori penghobi.

“Di kelas penghobi juga banyak mantan pemain Kota Bandung, Porda, bahkan nasional. Karena usia sudah bertambah, mereka tetap bermain untuk menjaga kebugaran dan menyalurkan hobi,” tuturnya.

Troyadi mengaku dirinya juga sering mengikuti turnamen Dicky Cup sebagai bentuk kecintaan terhadap tenis meja. Baginya, olahraga tersebut dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga masyarakat lanjut usia.

“Saya ikut kejuaraan Dicky Cup sudah sering, tujuannya menyalurkan hobi. Saya sendiri sudah kepala enam, tapi tetap bermain karena olahraga ini membuat sehat dan mempererat persaudaraan,” katanya.

Selain mendukung kategori penghobi, Troyadi juga berharap Dicky Cup ke depan dapat membuka ruang untuk kelompok usia muda. Menurutnya, pembinaan usia dini sangat penting untuk melahirkan atlet berprestasi bagi Jawa Barat dan Indonesia.

“Saya sangat mendukung kalau ke depan ada kelompok umur. Mulai usia 10 atau 11 tahun, karena kelompok umur ini menjadi jalan menuju prestasi,” ujarnya.

Ia menilai Jawa Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet tenis meja berkualitas. Karena itu, pembinaan atlet muda perlu terus diperkuat agar potensi yang ada dapat berkembang maksimal.

“Bibit-bibit atlet dari Jawa Barat sejak dulu banyak yang berprestasi nasional. Jadi pembinaan usia muda harus terus didorong,” tambah Troyadi.

Troyadi berharap Dicky Cup dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari program pembinaan tenis meja di Kota Bandung. Ia juga memberikan apresiasi terhadap profesionalitas panitia yang telah mempersiapkan turnamen dengan standar pertandingan yang baik.

“Harapan saya Dicky Cup bisa terus berlanjut. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi, kemudian tahun berikutnya terus berjalan. Semoga Pak Dicky selalu sehat dan diberikan rezeki agar kegiatan ini tetap ada,” ucapnya.

Ia menilai pelaksanaan Dicky Cup 4 sudah memenuhi standar pertandingan karena menggunakan perangkat pertandingan yang baik, mulai dari meja, bola, hingga perangkat wasit yang memiliki sertifikasi.

“Setahu saya Pak Dicky juga sudah berkoordinasi dengan PTMSI, menggunakan wasit bersertifikat, meja standar, dan perlengkapan pertandingan yang baik. Ini menunjukkan bahwa turnamen ini dikelola secara serius,” pungkas Troyadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....